SimpulRakyat.co.id, Mamuju Tengah – Suasana hangat dan penuh semangat menyelimuti halaman TK Negeri Dharma Pertiwi Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, Senin (23/6/2025) lalu.
Hari pembagian rapor tak hanya menjadi penanda berakhirnya semester, tetapi juga menjadi momentum berbagi yang menyentuh hati.
Sebanyak sepuluh anak dari keluarga prasejahtera menerima bingkisan sembako, hasil dari program Sedekah Jumat yang selama ini digalang oleh para murid, guru, dan orang tua siswa. Program ini telah menjadi bagian dari tradisi sekolah setiap akhir semester.
“Ini kegiatan rutin setiap penerimaan rapor. Anak-anak yang benar-benar membutuhkan kami beri paket sembako. Ini hasil gotong royong dari program sedekah setiap pekan,” ujar Kepala TK Negeri Dharma Pertiwi Topoyo, Dahriana, dalam keterangan yang diterima Simpul Rakyat, Kamis (26/6/2025).
Program Sedekah Jumat dijalankan secara konsisten selama satu semester. Setiap pekan, para guru bersama orang tua murid mengajak anak-anak menyisihkan sedikit rezeki. Donasi tersebut kemudian dikumpulkan dan dibelanjakan untuk kebutuhan pokok seperti beras, telur, minyak goreng, dan perlengkapan rumah tangga lainnya.
Lebih dari sekadar ritual seremonial, kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran sosial bagi anak-anak. Mereka diajak memahami nilai berbagi sejak dini, menanamkan rasa empati dan kepedulian terhadap sesama.
Dalam momen pembagian rapor, selain menerima laporan hasil belajar, para murid juga disemangati dengan penghargaan atas semangat belajar dan kedisiplinan mereka. Sekolah memberikan apresiasi khusus kepada anak-anak yang menunjukkan semangat datang lebih awal dan konsisten mengikuti kegiatan belajar.
“Semoga apa yang kami berikan bisa bermanfaat. Dan mudah-mudahan program ini bisa terus berlanjut setiap semester,” ucap Dahriana.
Dia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh orang tua yang telah menunjukkan kepedulian dan kebersamaan dalam mendukung program ini.
“Tanpa dukungan mereka, kegiatan ini tentu tidak akan berjalan. Terima kasih karena telah menyisihkan sebagian rezeki untuk sesama,” imbuhnya.
Di tengah arus zaman yang semakin kompetitif, sekolah ini memilih menanamkan nilai kemanusiaan sebagai bagian dari pendidikan karakter. Bagi TK Negeri Dharma Pertiwi, belajar bukan semata soal huruf dan angka, tetapi juga tentang menjadi manusia yang peduli. (*)


Tinggalkan Balasan