SimpulRakyat.co.id, Luwu – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Palopo, Herman, bersilaturahmi dengan Bupati Luwu, Basmin Mattayang, di Belopa, Rabu (23/4).

Kunjungan ini membahas kerja sama strategis dalam upaya pencegahan dan penanganan penyalahgunaan narkotika di wilayah Kabupaten Luwu.

Herman hadir bersama sejumlah staf BNN Palopo dan disambut langsung oleh Bupati Luwu, didampingi oleh jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) setempat.

“Kami datang bersilaturahmi sekaligus membahas upaya bersama dalam menghadapi berbagai penyakit sosial, khususnya penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang di masyarakat,” ujar Herman dalam pertemuan tersebut.

Ia menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan BNN untuk menjalankan program terpadu, mulai dari edukasi, pencegahan, hingga rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkoba.

“Kami sangat berharap bisa menjalin kerja sama yang erat dengan Pemerintah Kabupaten Luwu, mulai dari sosialisasi di akar rumput, penguatan pencegahan, hingga rehabilitasi bagi yang membutuhkan,” lanjutnya.

Bupati Luwu, Patahudding Basmin—yang menggantikan Basmin Mattayang dalam beberapa agenda pemerintahan—menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan perhatian dari BNN Palopo.

“Terima kasih atas kehadiran Kepala BNN Palopo beserta seluruh jajaran. Isu narkotika ini menjadi perhatian serius kami. Insya Allah, ini akan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah,” kata Patahudding.

Ia menekankan pentingnya sosialisasi masif yang menyasar seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda.

“Kami ingin program ini dimulai dari lingkungan pemerintah sendiri. Bila perlu, tes urin akan dilakukan mulai dari saya sebagai bupati hingga seluruh jajaran staf,” tegasnya.

Selain itu, ia mendorong pelaksanaan sosialisasi berjenjang, mulai dari tingkat desa hingga sekolah-sekolah. Bahkan, pelatihan tentang deteksi dini dan bahaya narkoba bagi masyarakat juga diusulkan sebagai langkah konkret.

Dalam pertemuan tersebut, turut hadir mendampingi Bupati Luwu, Kepala Kesbangpol, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Sosial, Kepala BPKAD, serta Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Kasmuddin.

Langkah awal ini diharapkan menjadi momentum penting dalam membangun kolaborasi lintas sektor guna melindungi generasi muda dari bahaya laten narkotika.