SimpulRakyat.co.id, Maros – Hari pertama menjalankan tugas sebagai Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur langsung menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Perempuan, Anak, dan Disabilitas di Baruga B, Senin (24/2/2025).

Kehadiran Wakil Bupati Maros ini menjadi sinyal kuat komitmen pemerintah kabupaten dalam membangun kebijakan yang inklusif.

Muetazim menegaskan pentingnya Musrenbang ini sebagai wadah strategis dalam menyusun perencanaan pembangunan yang ramah terhadap perempuan, anak, dan penyandang disabilitas.

“Musrenbang ini adalah pendekatan bottom-up planning yang bertujuan menyerap aspirasi serta kebutuhan kelompok rentan agar hak-hak mereka dapat terlindungi dan terpenuhi,” ujar dia dalam sambutannya.

Lebih lanjut, ia memastikan bahwa isu-isu yang diangkat dalam forum ini akan terakomodasi dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah.

“Kami memastikan bahwa isu perempuan, anak, dan penyandang disabilitas akan masuk dalam dokumen perencanaan anggaran berbasis gender dan inklusif, dari tingkat desa hingga kabupaten,” tambahnya.

Muetazim, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Maros, juga menyoroti meningkatnya permasalahan anak di Kabupaten Maros.

Menurutnya, kasus anak yang berhadapan dengan hukum, penelantaran, kekerasan fisik dan seksual, serta perilaku menyimpang semakin meningkat dan menjadi perhatian serius pemerintah.

“Saat ini, kita melihat adanya peningkatan kasus anak yang berhadapan dengan hukum, penelantaran, kekerasan fisik dan seksual, serta perilaku menyimpang. Ini menjadi perhatian serius kita semua,” tegasnya.

Ia pun mengajak seluruh pihak untuk memberikan perhatian lebih terhadap isu ini serta memastikan adanya program perlindungan anak yang lebih efektif.

Selain itu, Muetazim juga menekankan pentingnya penanganan kemiskinan secara lintas sektor. Menurutnya, kemiskinan adalah tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi dari berbagai pihak.

“Harus ada program-program penanggulangan kemiskinan, baik dari aspek perlindungan sosial, pemberdayaan masyarakat, maupun program pro-rakyat lainnya,” tutupnya.

Diketahui, Musrenbang Perempuan, Anak, dan Disabilitas di Kabupaten Maros sendiri telah memasuki tahun kelima pelaksanaannya dan terus berlanjut sebagai agenda pembangunan yang inklusif dan berkeadilan.