SimpulRakyat.co.id, Maros – Pemerintah Kabupaten Maros melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Maros mengalokasikan lebih dari Rp20 miliar untuk pembayaran Tunjangan Profesi Guru (TPG), Tunjangan Hari Raya (THR), gaji ke-13, serta tambahan penghasilan ASN guru.

Bupati Maros AS Chaidir Syam mengatakan pembayaran THR dan gaji ke-13 bagi guru berbeda dengan ASN lain karena sumber transfer berasal dari pemerintah pusat.

“Untuk guru, THR dan gaji ke-13 tahun 2025 cair pada Desember 2025 lalu. Namun, tidak bisa langsung ditransfer karena menunggu tahun anggaran baru. Apalagi menjelang Ramadhan dan Idul Fitri kebutuhan meningkat, sehingga kami cairkan sekarang,” ujar Chaidir di Maros, Jumat (27/2/2026).

Ia menjelaskan, pembayaran THR TPG ASN daerah diperuntukkan bagi 2.918 guru dengan total anggaran Rp10.202.312.981. Penerima terbesar berasal dari guru PNS penerima TPG sebanyak 1.696 orang dan PPPK penerima TPG sebanyak 712 orang, termasuk guru agama PNS dan PPPK.

Sementara itu, berdasarkan rekapitulasi gaji ke-13, total penerima TPG dan Tamsil tercatat 3.034 guru dengan anggaran Rp10.691.051.800. Secara keseluruhan, total dana THR dan gaji ke-13 guru mencapai sekitar Rp20,8 miliar.

Chaidir mengimbau para guru memanfaatkan dana tersebut untuk kebutuhan penting dan tidak konsumtif.

“Gunakan untuk keperluan mendesak, tetap menabung, dan belanjakan secara bijak,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Maros Andi Wandi Patabai menegaskan pembayaran yang dilakukan tahun ini merupakan realisasi anggaran 2025 yang baru bisa dicairkan pada 2026.

“Yang dibayarkan sekarang adalah THR 2025 yang anggarannya baru masuk Desember 2025, sehingga tidak bisa diproses saat itu. Jadi ini bukan THR 2026,” jelasnya.

Menurut dia, dana dari pusat biasanya ditransfer pada November atau Desember. Pada 2025, anggaran baru masuk pertengahan Desember sehingga pencairannya dialihkan ke tahun berikutnya.

Ia menambahkan, Kabupaten Maros menjadi salah satu daerah yang lebih cepat merealisasikan pembayaran tersebut pada 2026.

Realisasi anggaran ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memastikan hak keuangan ribuan guru di Kabupaten Maros tetap terpenuhi.