SimpulRakyat.co.id, Maros — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,5 miliar untuk mendukung program makan siang gratis yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
Tahap awal program ini akan difokuskan untuk siswa Sekolah Dasar (SD), dengan pelaksanaan yang masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat.
“Saat ini hanya untuk siswa SD dulu, sambil menunggu juknis,” ujar Bupati Maros, Chaidir Syam, Selasa (3/12/2024).
Program ini melibatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai ujung tombak dalam penyediaan bahan baku.
Chaidir optimistis program ini tidak hanya meningkatkan gizi siswa, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian lokal.
“Kami optimis program ini akan memberikan dampak positif, baik bagi siswa maupun ekonomi lokal,” tambah Chaidir.
Sebelumnya, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, mendorong desa-desa di Maros untuk memanfaatkan potensi lokal, seperti pertanian dan peternakan, guna mendukung keberlanjutan program.
“Manfaatkan lahan yang ada untuk peternakan ayam, serta menanam cabai, tomat, dan sayur-mayur lainnya,” kata Yandri saat mengunjungi Desa Tukamasea pekan lalu.
Yandri juga menegaskan pentingnya keterlibatan aktif desa-desa di Maros agar tidak menjadi sekadar penonton.
“Jangan sampai bahan baku diambil dari luar Kabupaten Maros. Desa harus menjadi pelaku utama penyediaan bahan baku,” tegasnya.
Untuk mempermudah keterlibatan, Mendes PDT meminta BUMDes segera mendaftar ke sistem e-Katalog agar dapat berperan sebagai penyuplai resmi. Program makan siang gratis di Kabupaten Maros diharapkan menjadi langkah strategis untuk membangun generasi sehat sekaligus memperkuat ekonomi desa. (**)


Tinggalkan Balasan