SimpulRakyat.co.id, Makassar – Seorang siswa SMAN 1 Makassar, Muh Taufiq Al Hidayat (15) menjadi korban pembacokan oleh sekelompok pemuda di Jalan Veteran Utara, Lorong 41, pada Selasa (23/7/2024) dini hari.
Saat ditemui tim media di RS Pelamonia Makassar, Taufiq menceritakan kronologi kejadian tersebut.
“Sekitar pukul 00.00 Wita, saya dan teman saya pergi membeli nasi kuning di Lorong 41. Saat hendak masuk ke lorong, kami ditegur oleh beberapa pemuda dan warga agar tidak kebut-kebutan. Teman saya menjawab bahwa dia juga tinggal di sini. Setelah membeli nasi kuning, kami menuju rumah teman saya yang juga berada di Lorong 41,” tutur Taufiq kepada wartawan, Rabu (24/7/2024) kemarin.
Namun, salah paham terjadi dan sekelompok pemuda tersebut mengejar mereka. Aksi kejar – kejaran yang berujung pengeroyokan dan perusakan kendaraan pun tak terhindarkan.

Akibat pengeroyokan ini, Taufiq mengalami luka tebasan samurai di bagian kepala dan tusukan di pinggang.
Ia segera dilarikan ke RS Pelamonia oleh anggota Polsek Makassar yang berada di lokasi kejadian untuk mendapatkan perawatan medis.
Kasus ini telah dilaporkan ke Polsek Makassar dengan Nomor Laporan Polisi: STPL/157/K/VII/Sek Makassar/Polrestabes Mks, tanggal 23 Juli 2024.
Saat pengambilan keterangan tambahan di Polsek Makassar, Rusdi, ayah korban, mengungkapkan bahwa salah satu tersangka, berinisial FKR, disebut-sebut sebagai pelaku yang turut serta merusak kendaraan korban.
Namun, FKR mengaku tidak ikut memukul dan sempat ditarik oleh tantenya untuk pulang.
FKR juga menyebut nama Rido sebagai orang yang menebas kepala korban, serta Birli dan Kadri yang membuang motor korban ke kanal.
“Kejadiannya sekitar pukul 01.20 Wita,” ujar Rusdi.
Rusdi menambahkan, penyidik sempat berencana melepas FKR karena kurang bukti, namun ia meminta agar hal tersebut ditunda hingga semua saksi diperiksa.
“Jangan sampai FKR kabur, siapa yang mau bertanggung jawab?” tegas Rusdi.
Sementara itu, Kapolsek Makassar, Kompol Dr Andi Aris Abubakar saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, menyampaikan, pihaknya sedang mengejar pelaku pengeroyokan tersebut.
“Pelaku masih dalam pengejaran dan pencarian,’ singkat Kompol Dr Andi Aris. (Restu)


Tinggalkan Balasan