SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pangkep telah menyelenggarakan tahapan tes wawancara Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) untuk pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024, berlangsung di Hotel Grand Town, Kabupaten Maros, Sabtu-Senin, 11-13 Mei 2024.
Tahapan pembentukan PPK yang diselenggarakan KPU Pangkep di luar daerah tersebut menuai kritikan dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Majelis Penyelamat Organisasi (MPO).
Ketua Umum HMI MPO Cabang Pangkep, Andriawan mengatakan, harusnya KPU Pangkep melakukan tes wawancara di Pangkep dengan pertimbangan efisiensi, jarak dan perputaran ekonomi.
“Analisis kami hal ini cukup merepotkan, bayangkan Pangkep ini wilayahnya secara geografis dikenal dengan tiga dimenasi, yakni darat, pegunungan dan kepulauan. Dengan logika sederhana saja kita sudah tahu bahwa jarak tempuh mereka cukup sulit dan jauh,” kata Andriawan.
Selanjutnya, kata Andriawan, jika tes ini dilakukan di Pangkep, maka secara langsung maupun tidak langsung berdampak terhadap perputaran ekonomi di sekitar lokasi tes, dari 131 calon anggota PPK yang ikut tes wawancara sedikit banyaknya mereka berbelanja.
“Tapi sayangnya, KPU Pangkep lebih memilih opsi keluar dari pada tetap melakukannya di wilayah Pangkep sendiri. Ini cenderung hanya menghabiskan anggaran saja, sedangkan hal ini bisa saja dilakukan secara efisien,” ujar dia.
Sementara itu, Komisioner KPU Pangkep yang membidangi Divisi Parmas dan SDM, Hasanuddin G Kuna yang dihubungi melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp, hingga berita ini diterbitkan belum memberi respon.


Tinggalkan Balasan