SimpulRakyat.co.id, Bone – Tokoh muda cenrana, Ketua PAC Pemuda Pancasila Cenrana, Suardi Mappa bersama Ketua Sompung Lolona Cenrana, Irham mendatangi korban kebakaran yang terjadi di Desa Laoni, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Bone.

Kegiatan ini adalah bentuk kepedulian dan rasa kebersamaan senasib sepenanggungan sesama warga Cenrana dengan sebagai wujud “Sipakatau”, ikut merasakan duka dan kesedihan silessureta yang tertimpa musibah kebakaran.

“Nenek Indotuo”yang rumahnya rata dengan tanah dilahap sijago merah. ternyata dia tinggal berempat di rumah itu, dan semua orangtua yang sudah rentah,” terang Suardi Mappa, Rabu (12/4) lalu.

Suardi Mappa selaku pembina Sompung Lolona Cenrana sekaligus Ketua PAC Pemuda Pancasila Cenrana yang ikut memdampingi Ketua Sompung Lolona Cenrana, Irham.

“Kami merasakan sangat sedih melihat kondisi korban kebakaran,ternyata masih banyak penduduk negeri ini hidup di bawah garis kemiskinan,” tutur Suardi Mappa.

Sementara Ketua Sompung Lolona Cenrana, Irham beserta pembina Sompung Lolona Cenrana sekaligus Ketua PAC Pemuda Pancasila merasa sedikit legah bisa melihat semyum dari nenek Indotuo dan nenek Nurbaya.

“Mereka sangat senang dan bahagiah ternyata masiha banyak yang peduli dan prihatin dengan musibah yang menimpahnya,” ujar Irham.

“Kami datang setidaknya bisa turut merasakan kesedihan dan bisa meringankan kesedihan ta walau tidak seberapa yang kami bawakan, tetapi setidaknya inilah bentuk kepedulian kami sebagai warga cenrana,” ujarnya.

Lanjut pihaknya berharap, langkah tersebut bisa menjadi contoh bagi masyarakat Cenrana yang lainnya dan anak muda yang lain, agar punya perhatian dan rasa empati untuk membatu tetangga Sikampongta yang tertimpa musibah.

Suardi Mappa juga mengatakan, dalam kehidupan ini, setiap manusia pasti akan mengalami kesusahan, kesulitan, dan bencana.Tidak ada perjalanan hidup manusia di dunia ini yang mulus tanpa rintangan dan kesulitan.

“Kesulitan, kesusahan dan bencana itulah yang dinamakan Musibah. Allah Subhanahu wa Ta’ala menurunkan musibah kepada manusia dalam kehidupannya di dunia adalah sebagai ujian, untuk menguji keimanan mereka kapada Allah,” ujarnya.

Suardi Mappa berpesan, dalam musibah itu terdapat empat pelajaran yang sangat berharga, yaitu mencari pahala dari Allah, berkawan dengan kesabaran, berdzikir dengan baik, dan menunggu kelembutan dari Allah SWT.

“Karena Setiap musibah mengandung hikmah yang berharga, hikmah itu melebihi emas permata,tapi hanya orang-orang yang bersabarlah yang berhak mendapatkannya,” ungkapnya.

Untuk itu pembina simpunglolona cenrana beserta Ketua IRHAM mengajak nenek Indotuo dan nenek Nurbaya untuk bersabar dalam menghadapi musibah ini, karena Allah tidak menguji kita jikalau kita tidak samggup melaluinya. (**)