Makassar, simpulrakyat.co.id – Terungkap aksi premanisme seorang oknum yang diketahui saat ini menjabat Pj RW 3 kelurahan Baraya di sebuah pemukiman penduduk di Jalan kandea Makassar. Rabu 5 April 2023

Setelah sekian lama merasa ketakutan melanda seorang ibu rumah tangga (IRT) akhirnya memberanikan diri untuk melaporkan sikap premanisme seseorang RW inisial IR yang seharusnya menjadi pengayom bagi warganya.

IRT inisial LS akhirnya melaporkan insiden yang mengancam jiwanya ke pihak kepolisian lantaran merasa terancam karena hendak disembelih oleh oknum tersebut. peristiwa ini terjadi pada Agustus 2020 lalu di jalan Kandea 3 Lr. 1 No. 53 Kec. Bontoala Makassar dengan Bukti Lapor Nomor : 700 /IV/2023/POLDA SULSEL/RESTABES MKSR, hari ini.

Ilustrasi penganiayaan wanita (Dok: Ist).

Lebih lanjut, dari pemaparan (LS) bahwa oknum tersebut nampak dendam hingga membawa persoalan tersebut ke ranah kewargaan disaat telah menjabat sebagai Pj. RW 3 kelurahan Baraya.

LS juga menceritakan jikalau dirinya baru melaporkan tindak tanduk Oknum tersebut ke polisi, karena tindakan diskriminatif Pj. RW yang tak memberi izin usaha dengan alasan yang tidak logis.

“Iye pak saya baru nekat melapor karena sudah keterlaluan mi perbuatan dan intimidasinya, sebenarnya saya sudah tidak mengubris permasalahan pengancaman itu karena saya kira hilaf ki??. Tapi ternyata memang kayaknya ada unsur dendam dan tidak na kasih ka izin untuk kembali membuka usaha warnet dan Playstation” Paparnya.

Berkas Laporan Polis dugaan pengancaman dan penganiayaan

LS mengakui dirinya juga enggan melaporkan dugaan penganiayaan dan pengancaman dirinya karena laporan pengrusakan Warnet yang pernah dilayangkan 2020 lalu hingga saat ini tak kunjung ada kejelasan.

“Semoga dengan laporan saya ini pak dapat respon positif dari aparat kepolisian dan betul betul mendalami gangguan intimidasi yang saya alami hingga saat ini.” Ujar LS

Dirinya berharap dengan laporan saat ini pihak kepolisian dapat juga kembali mengungkap kasus pengrusakan warnet miliknya yang telah menelan kerugian hingga ratusan juta. (**)