Makassar, Simpulrakyat.co.id – Menduduki posisi sebagai pemimpin di wilayah rawan konflik merupakan sebuah tantangan tersendiri bagi Andi Besse A Baso.
Dipercaya sebagai kepala kelurahan Karuwisi sejak Januari 2022 dirinya terus berbenah mencari solusi mengatasi persoalan sosial masyarakat khususnya kenakalan remaja.
Kepada Wartawan, A Besse membeberkan perjuangannya saat pertama masuk di wilayah yang dikenal dengan masyarakat berkarakter bebal ini,

“Awal saya masuk di sini, bulan Januari 2022 langsung disambut dengan perang kelompok.” ucapnya kepada Wartawan, Rabu 22/03/2023
Wanita yang sebelumnya menjabat di wilayah ‘damai’ (lurah Sawerigading kec. Ujung Pandang) sempat merasakan tekanan dari warganya. Namun berkat kepiawaiannya bersosialisasi, dalam waktu singkat mampu beradaptasi sehingga perpok dapat diredam.
“Sesuai yang telah kami alami sebelumnya setiap kali memasuki bulan suci ramadhan sudah menjadi langganan perpok di wilayah ini. Melihat perkembangan dari waktu ke waktu di wilayah memang ada riak riak di masyarakat tetapi tidak menimbulkan perang kelompok.” ungkap Andi Besse.
“Hanya pertikaian kecil antar remaja juga masalah anak anak isap lem, memang masih ada tapi tetap dipantau oleh RT/RW dan tokoh masyarakat.” ujarnya.
Menurutnya, dibandingkan tahun sebelumnya, kondisi wilayahnya mulai berubah,” Alhamdulillah ada perubahan, wilayah cukup aman pertikaian antar kelompok berkurang, itu semua berkat kekompakan, koordinasi antar stakeholder, utamanya Tripilar, Lurah, Bimmas dan Babinsa. serta peran RTRW juga.” lanjutnya.
Jelang Ramadhan dirinya mengimbau kepada seluruh warga agar senantiasa menjaga kondisifitas wilayah utamanya meningkatkan kewasapadaan terhadap indikasi perpok.
“Pengamanan kita tingkatkat dengan melaporkan setiap kejadian di wilayah supaya kita cepat tahu kondisi sehingga bisa mengantisipsi hal hal yang tidak diinginkan. Saya Imbau kepada seluruh masyarakat agar senantiasa menjaga ketentraman tolong agar anak anaknya dipantau apalagi sampai keluar sampai tengah malam.” harapnya.
“Saya tekan kan juga kepada RTRW nya untuk segera membubarkan kelompok kelompok remaja yang sedang berkumpul, apalagi sampai dini hari. karena itu bisa memicu pertikaian.” tutupnya.


Tinggalkan Balasan