SimpulRakyat.co.id, Sidrap – Akhir-akhir ini isu penculikan anak di Kabupaten Sidrap mencuat, sehingga maraknya isu tersebut membuat masyarakat resah dikarenakan para anak merasakan ketakutan yang berlebih.

Terkait hal ini, seorang Aktivis LSM Peduli Anak Sidrap, Ahlan angkat bicara terkait langkah antisipatif terhadap isu yang beredar di tengah masyarakat tersebut.

“Beberapa Langkah preventif atau antisipasi yang semestinya dilakukan untuk para pendidik atau guru, sebaiknya tidak membiarkan anak didik berkeliaran di luar pekarangan sekolah pada saat jam sekolah (mulai datang hingga pulang), serta ada upaya kerjasama guru dan orang tua untuk mengkonfirmasi siap yang akan menjemput si anak dan memastikan anak tiba di rumah dengan selamat,” jelasnya, Kamis (19/01/2023).

Lanjut dijelaskan, para orang tua juga wajib waspada terhadap orang asing dan segera melaporkan jika ada aktivitas yang mencurigakan dan memperhatikan jadwal pulang sekolah anak.

“Sebagai orang tua mengupayakan penjemputan anak, khususnya anak yang masih SD dan TK serta tetap waspada bagi setiap orang baru yang melintas di lingkungan masing-masing, dan segera melaporkan ke pihak berwajib jika ada gejala yang mencurigakan,” terangnya.

Untuk itu, lanjut Ahlan, masyarakat diharapkan untuk tidak mudah percaya kepada berita yang tersebar sebelum ada release resmi dari pihak terkait.

“Anak-anak kita perlu diajarkan beberapa hal yg berhubungan dengan langkah antisipasi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

“Mari kita dampingi anak kita ketika di keramaian kemudian menghindarkan anak untuk tidak menggunakan barang mewah termasuk hp lalu ajari anak kita untuk berteriak jika dipaksa oleh orang asing serta jangan mudah percaya terhadap orang asing,” tambah Ahlan.

“Langkah-langkah tersebut perlu dilakukan agar anak-anak kita terhindar dari kasus penculikan, yang paling penting tak mudah percaya informasi hoax tentang penculikan anak, namun tetap waspada,” tutupnya.