SimpulRakyat,co,id, Manggarai – Kehilangan 8 Gardu atau Travo di kantor Pembangkit Listrik Negara (PLN) Rayon Ruteng menunai soroton.

Pasalnya Gardu tersebut hilang di gudang PLN, demikian disampaikan Manager PLN Rayon Ruteng, Muhammad pada beberapa waktu lalu.

Terkait hal itu, Pimpinan LSM Lembaga Pengkaji Peneliti Demokrasi Masyarakat (LPPDM), Marsel Nagus Ahang SH mensinyalir hilangnya delapan gardu itu bukan dicuri, melainkan ada kongkalikong oknun internal PLN.

Marsel Nagus Ahang menduga peristiwa ini melibatkan Manager PLN Rayon Ruteng tersebut.

Tidak puas dengan keterangan dari Manager PLN Rayon Ruteng, Marcel Nagus Ahang terus melakukan investigasi untuk menemukan fakta atas hilangnya delapan Gardu itu.

Pasalnya, menurut dia, kejadian tersebut murni ada keterlibatan pihak internal PLN.

“Benar kecurigaan saya bahwa delapan Gardu yang hilang itu ada keterlibatan oknum internal PLN, mereka menjual itu gardu ke warga dengan harga Rp. 2.500.000,00 satu gardu,” ungkap Marsel Nagus Ahang dalam keterangan tertulisnya ke media ini, Rabu (25/1) siang.

Pimpinan LSM LPPDM ini juga meminta pihak Kepolisian untuk menetapkan Manager PLN Rayon Ruteng sebagai tersangka dan oknum PLN yang terlibat.

“Saya menginkan Kepolisian menetapkan tersangkan kepada Manager PLN Rayon Ruteng atas tindakannya yang telah melakukan pembohongan publik, juga telah membohongi Kepolisian atas pelaporan fiktifnya,” tegasnya.

Marsel Juga meminta kepada General Manager PLN Pusat untuk segera memecat Manager PLN Rayon Ruteng karena menurutnya tindakan Manger PLN Rayon Ruteng sangat fatal.

“Saya ingin General Manager PLN Pusat segera memecat Manager PLN Rayon Ruteng karena tidak becus menjadi pimpinan,” tutupnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Manager PLN Rayon Ruteng terkait tudingan pimpinan LSM Lembaga Pengkaji Peneliti Demokrasi Masyarakat ini. (*)