SimpulRakyat.co.id, OPINI – Kesetaraan gender merupakan salah satu hak asasi untuk setiap manusia, hak untuk hidup tenang, bebas dari rasa takut, terbebas dari ancaman, dan juga hak bebas untuk menentukan pilihan dalam hidupnya.

Hak ini diperuntukkan untuk perempuan dan laki-laki, agar perempuan dan laki-laki memiliki kesetaraan yang sama.

Perempuan seringkali dianggap lemah dan tak berdaya, tak memiliki potensi apa-apa. Apalagi dengan adanya pola pikir dari masyarakat dan orang-orang tua yang menyatakan bahwa, seorang peremuan tidaklah perlu untuk bersekolah tinggi-tinggi karena akan tetap saja berakhir di dapur, mengurus rumah dan mengurus anak..

Dalam hal ini, perempuan menjadi orang yang sangat dirugikan dan dianggap remeh.

Akih (2006:71) mengatakan bahwa gender adalah sifat yang melekat kepada laki-laki pun dengan perempuan,yang dikonstruksi dengan cara sosial pun dengan kultural.

Adanya perubahan ciri dan sifat-sifat yang kejadian dari masa ke masa dan dari suatu tempat ke tempat, itu disebut dengan konsep gender.

Kesetaraan gender tersebut merupakan suatu proses untuk para perempuan mendapatkan keadilan atas haknya agar proses tersebut bisa terjamin,

seorang perempuan harus melakukan suatu tindakan dan menghapus opini dan sejarah lama dari masyarakat bahwa seorang perempuan tidak perlu bersekolah tinggi dan tidak perlu berpendidikan, agar opini ini tidak mematahkan semangat perempuan untuk terus belajar dan bersekolah.

Kesetaraan gender ini dapat membantu perempuan untuk mencapai atau mendapatkan sebuah kesetaraan dengan laki-laki, agar seorang perempan bisa menikati sebuah nikmat dari kesetaraan, bisa melanjutkan pilihannya tanpa harus takut dan bisa memperoleh hak asasi menusia dengan penuh.

Biasanya seorang laki-laki akan mendapatkan kedudukan yang tinggi, dapat bersekolah dengan setinggi-tingginya, bekerja, dan menjadi kepala rumah tangga. Sementara perempuan hanya di tempatkan di dapur dan tidak perlu bersekolah. Padahal seorang perempuan akan menjadi seorang ibu dan melahirkan seorang anak dari rahimnya,

maka seorang ibu harus memiliki pendidikan atau setidaknya banyak belajar agar bisa menjadi ibu yang baik, ibu yang cerdas dalam mendidik anak-anaknya.

Penulis: Aura Fitrah Aulia

SimpulRakyat.co.id adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis