SimpulRakyat.co.id, OPINI – Salah satu Founder Komunitas Andika Perkasa (KANDA), Philip Hendry, mengemukakan analisisnya mengenai tantangan dan problematik serta isu – isu sosial yang sedang dihadapi bangsa Indonesia saat ini.

Menurutnya, persoalan dan tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia jelas tidak ringan. Variabel persoalannya tidak tunggal dan bersifat kompleks. Kini Indonesia tengah berada di era peradaban baru yang didominasi oleh “perang urat saraf” global. Perang ini melibatkan kapital, teknologi dan informasi.

Di bidang sumber daya alam contohnya, tantangan yang dihadapi adalah pemanasan global. Persoalan ini melanda sekitar 8 miliar umat manusia yang hidup di planet bumi. Pemanasan global memiliki implikasi yang sangat serius bagi kehidupan umat manusia menyangkut pemanfaatan sumber energi dan ketersediaan pangan dunia, termasuk 275 juta rakyat Indonesia.

Di samping itu, penegakan hukum, termasuk isu penanganan korupsi, menjadi tantangan besar bagi para penegak hukum di Tanah Air. Penanganan yang tidak efektif dalam bidang ini dapat berimplikasi terhadap berkurangnya rasa keadilan di masyarakat.

Keterbelahan sosial masyarakat akibat permainan politik berbasis SARA, terutama yang berlangsung sejak 2014, masih merupakan api dalam sekam yang dapat muncul sewaktu-waktu. Jika hal ini tidak tertangani secara serius, implikasi yang muncul adalah semakin menguatnya bibit-bibit disintegrasi bangsa yang tidak lagi menjunjung tinggi harmoni dan kebersamaan sosial.

Sementara itu di bidang ekonomi tantangan terbesar bangsa ini terletak pada ketimpangan sosial. Penguasaan aset strategis di tangan segelintir orang masih menjadi persoalan yang mendasar di negeri ini. Dalam jangka panjang persoalan ini potensial memicu konflik sosial.

Berbagai tantangan di atas, menurut pria lulusan Universitas Katolik Parahyangan Bandung ini, jelas membutuhkan sosok pemimpin nasional yang mumpuni dan dapat diandalkan. Di ranah politik, Indonesia saat ini tengah diramaikan dengan upaya mencalonkan berbagai sosok yang dianggap layak untuk memimpin Indonesia dalam Pilpres 2024 mendatang. Namun, yang unik berbagai isu Pilpres 2024 mendatang sering kali tidak disertai visi. Isu Pilpres 2024 didominasi oleh figur, tanpa disertai program kerja.

Dari sisi ini dapat dinyatakan bahwa visi merupakan hal penting yang mesti dimiliki seorang calon presiden. Tanpa menjelaskan visinya ke publik maka kontestasi pada Pilpres 2024 dapat dimaknai hanya sekedar sebagai ajang “membeli kucing dalam karung”. Para calon kontestan ini tampaknya tidak peduli tentang beratnya tantangan yang dihadapi Indonesia ke depan. Atas dasar itu, maka tidak berlebihan jika publik berpendapat bahwa mereka hanya mengejar kekuasaan semata.

Namun Indonesia cukup beruntung, karena masih terdapat tokoh nasional yang masih layak untuk dipromosikan sebagai calon presiden dalam Pilpres 2024 mendatang. Dengan kata lain, upaya untuk mencari dan mendapatkan tokoh nasional yang mumpuni dan capable untuk memimpin, sekalipun sulit, masih dapat diidentifikasi.

Sosok tersebut adalah Jenderal Andika Perkasa, Panglima TNI. Andika Perkasa merupakan satu dari sedikit tokoh nasional yang layak untuk diajukan sebagai calon presiden dalam Pilpres 2024 mendatang. Pertanyaannya adalah, mengapa dan atas dasar apa?

Tiga Faktor Kunci

Berikut ini adalah tiga faktor utama tentang mengapa dan atas dasar apa Jenderal TNI Andika Perkasa layak didukung menjadi sosok pemimpin masa depan.

1. Sejauh yang dapat diamati Jenderal TNI Andika Perkasa merupakan pejabat publik yang jauh dari kontroversi. Di sisi lain fakta membuktikan bahwa selama ini ia tidak pernah diterpa isu negatif (tercela), baik menyangkut posisinya sebagai pejabat publik maupun sebagai pribadi (personal).

2. Sebagai Panglima TNI Andika Perkasa banyak melakukan terobosan kebijakan positif. Beberapa di antaranya adalah:

a. Menetapkan pola rekrutmen di tubuh TNI yang semakin memberikan kemudahan persyaratan bagi kalangan muda yang berminat menjadi anggota TNI. Kebijakan ini dimaksudkan agar proses rekrutmen calon anggota TNI tidak dibatasi oleh sekat agama, suku, etnis dsb. Sebagaimana dinyatakan sendiri oleh Andika Perkasa bahwa beberapa syarat masuk ke TNI perlu ditinjau ulang, karena sudah tidak relevan dengan perkembangan jaman. Hal ini membuktikan bahwa ia merupakan sosok yang memiliki visi yang jauh ke depan.

b. Menegakan disiplin di lingkungan internal TNI. Langkah dan kebijakan yang ditempuh Jenderal Andika Perkasa terhadap sejumlah kasus pelanggaran disiplin/hukum dilakukan secara tegas, tidak pandang bulu dan transparan. Kebijakan tersebut di samping menuai respon positif dan dukungan dari masyarakat juga berdampak bagi semakin tinggi kepercayaan publik terhadap institusi TNI di bawah kepemimpinannya.

3. Nama Andika Perkasa sering disebut dalam berbagai survey elektabilitas dan dibahas oleh sejumlah komentator politik, Di samping itu berbagai dukungan politik terhadap Andika Prakasa agar bersedia untuk dicalonkan sebagai presiden pada Pilpres 2024 juga kerap bermunculan. Namun, Andika Prakasa tidak pernah sekalipun berkomentar atau merespon isu tersebut. Hal ini jelas mengindikasikan bahwa ia konsisten dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai Panglima TNI. Dengan kata lain, ia tidak ingin masuk ke wilayah yang bukan bidang tugasnya.

Dengan mempertimbangkan tiga faktor positif tersebut di atas, maka dapat disimpulkan bahwa sosok pemimpin Indonesia mendatang perlu mempertimbangkan faktor integritas, visi dan konsistensi. Makna integritas di sini adalah sikap yang bertanggung jawab dalam menjalankan amanat rakyat, sementara visi adalah kemampuan membaca dan menyelesaikan tantangan ke depan. Konsistensi dimaksudkan sebagai sikap on the track dalam menjalankan kebijakan. Ke tiga faktor penting tersebut ada di dalam kepribadian Jenderal TNI Andika Perkasa.

Ke tiga faktor itu juga relevan dan sejalan dengan berbagai tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia ke depan. Harus diakui bahwa tantangan tersebut sangat tidak ringan. Namun demikian, Indonesia sesungguhnya memiliki berbagai potensi nasional yang dapat dimobilisasi untuk menyelesaikan berbagai tantangan dan problematik tersebut. Dari sisi ini, sosok Andika Perkasa memenuhi kualifikasi untuk memimpin Indonesia sebagai dirigen yang mengorkestrasi berbagai potensi nasional dalam menjawab tantangan kedepan.

Penulis: Philip Hendry, Founder KANDA (Komunitas Andika Perkasa).

SimpulRakyat.co.id adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.