SimpulRakyat.co.id – Setiap manusia pasti pernah mengalami hal-hal yang tidak mengenakan dalam hidup ini, bisa disebut sebagai ujian atau musibah kesusahan, baik itu berupa bencana, penyakit, mau pun kesulitan ekonomi.

“Dan sungguh akan Kami berikan ujian atau cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang bersabar.” (Qs Al-Baqarah: 155).

Nah, saat ditimpa musibah atau ujian, sebagai seorang muslim tentu tidak seharusnya berkeluhkesah kepada manusia atau makhluk ciptaan Allah SWT. Namun, semua kesulitan dan kesedihan itu hanya diadukan kepada Sang Pencipta.

“Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku,” (Qs Yusuf: 86).

Ibnul Jauzi Rahimahullah menjelaskan dalam Ats-Tsabaat ‘Inda Al-Mamat, (halaman 55), mengeluh kepada makhluk adalah suatu tindakan kurang terpuji, meski ketika mengeluh tersebut mendatangkan ketenangan.

Sebab, mengeluh pada manusia menunjukkan lemahnya iman dan kerendahan. Bersabar atas musibah menunjukkan kuatnya iman dan kemuliaan seseorang.

Mengapa Mengeluh pada Manusia Tidak Dianjurkan?

Mengeluh kepada makhluk tidaklah dianjurkan bagi orang beriman karena seolah-olah menunjukkan seorang hamba “tidak Ridha menerima takdir dari Rabb-nya.”

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Barangsiapa yang ridha (menerimanya), maka Allah akan meridhainya. Dan barangsiapa yang murka (menerimanya), maka Allah murka kepadanya” (HR. Tirmidzi).

Perlu diketahui, Allah tak akan memberi ujian di luar batas kemampuan hamba-Nya.

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya…” (Qs Al-Baqarah: 286).

Lantas, bagaimana cara menghadapi ujian atau musibah dalam hidup ini?

Berikut tiga tips bersumber dari Alquran dan Hadist Nabi Muhammad SAW yang bisa Anda lakukan:

1. Curhat kepada Allah SWT

Saat menghadapi ujian, curhatlah kepada Sang Khalik (pencipta) melalui sujud kepada-Nya, adukan nasibmu dalam salat dengan penuh kesabaran.

“Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Dan (salat) itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk,” (Qs Al-Baqarah: 45)

Hal ini pun dicontohkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika ada masalah berat, Rasulullah mengadukan kepada Allah Ta’ala dengan mendirikan salat.

Sahabat Hudzaifah Radhiallahu ‘anhu berkata:

“Apabila ada masalah berat, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengerjakan salat” (HR. Ahmad, lihat Shahih Sunan Abi Dawud).

2. Perbanyak Dzikir

Orang yang ditimpa musibah kemudian bergegas mengingat Allah, maka hatinya akan kembali tenang. Sebagaimana firman Allah Ta’ala,

“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram” (Qs ar-Rad: 27-28).

3. Jangan Putus Asa dari Rahmat Allah SWT

Saat ditimpa musibah, janganlah berputus asa dan frustasi, sebab Allah SWT telah berjanji mengangkat derajat mereka yang menghadapi musibah dengan penuh kepasrahan dan akan mengganti apa yang hilang dari tangan mereka dengan yang lebih baik lagi.

“Dan janganlah kamu (merasa) lemah, dan jangan (pula) bersedih hati, sebab kamu paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang beriman.” (Qs Al-Imran: 139).

Selain ketiga tips di atas, ikhtiar merupakan langkah pertama yang perlu Anda lakukan jika ingin memperoleh sesuatu, atau solusi dari problematika hidup ini.

Demikian, semoga bermanfaat, Wallahualam Bissawab.

Penulis: Ahmad