SimpulRakyat.co.id, Makassar – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sulawesi Selatan, Direktorat Jenderal Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menggelar Ekspose hasil Kegiatan dengan tema “Sinergi Membangun Konservasi dan Ekonomi Tingkat Tapak”, di Hotel Ibis Makassar, Jalan Maipa, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Rabu (26/1/) kemarin.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka diseminasi capaian kinerja kelola konservasi Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan tahun 2021 serta meningkatkan peran serta dan terbangunnya komitmen para pihak dalam pemberdayaan masyarakat, pengelolaan wisata dan pengendalian peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar di wilayah Sulselbar.
“Ini kegiatan ekspose kinerja kelola konservasi Balai Besar KSDA Sulsel tahun 2021, kita biasanya laksanakan diawal tahun berikutnya dan tahun 2022 ini kita sharing bersama teman-teman mitra baik Pemda maupun teman-teman Korporasi, Wartawan, teman dari Kampus serta komunutas kelompok petani hutan. Jadi intinya, sebenarnya kita bersinergi.” ungkap Kepala BBKSDA Sulsel Ir. Thomas Nifinluri, M.Sc.
Selain menjadi pembelajaran dalam mengambil kebijakan tingkat tapak, Thomas mengatakan, tujuan kegiatan ini juga mendiseminasikan hasil kinerja untuk mendapatkan masukan serta pemikiran pemikiran konstruktif serta inovatif yang sudah ada di Sulawesi Selatan sehingga dapat dikembangkan di tempat lain.
“Kita sharing dan mohon masukan, kritikan dan rekomendasi supaya program kegiatan kita di tahun berikutnya bisa sesuai dengan kebutuhan dan tepat sasaran. Jadi forum ini sebenarnya untuk forum pelajaran juga.” ucapnya.
Kepala BBKSDA Sulsel berharap kegiatan ini dapat menghasilkan sinergitas dan penguatan kerjasama dalam mengkolaborasikan sumber daya yang ada,
“Jadi kita berharap tidak hanya terbatas pada pendanaan APBN, APBD, dari dana tanggung jawab sosial perusahaan tapi juga bisa dari mana saja, dari kampus dan teman teman NGO, dari media, literasi edukasi konservasi itu kan harapan kita dari media. Kemudian juga bisa sharing akses informasi, akses kelola dan sharing facilities.” ujarnya.
“Jadi tidak hanya terbatas pendanan, nah makanya kita juga enggak bisa kerja sendiri. Kita bisa ‘urun daya’, saya kira pertama pendanaannya, fasilitasnya, akses, sarana dan prasarana yang lain.” tutupnya.
Diseminasi ini menghadirkan narasumber Direktorat Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Sulsel dengan materi pengendalian dan peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL), Dinas Koperasi dan UMKM Sulsel membawa topik Strategi pengembangan unit usaha kelompok pemberdayaan, Fakultas Kehutanan Unhas memberikan pandangan tantangan implementasi perhutanan sosial dan kemitraan konservasi.
Kemudian, ada mitra perusahaan dari PT Vale Indonesia yang memaparkan tentang bagaimana peran korporasi dalam pengelolalaan kawasan konservasi secara multipihak, JNE Cabang Sulselbar menjelaskan peran ekspedisi dalam pengendalian perdagangan satwa liar, serta mitra komunitas Kelompok Tani Hutan Botani Gandang Dewata Kabupaten Mamasa dan Kelompok Wanita Tani Hutan Barugae binaan Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung.
Reporter: Ilho
Editor: Sukma Paramita


Tinggalkan Balasan