SimpulRakyat.co.id, ESAI –  “Dan apa saja musibah yang menimpa kamu, maka adalah disebabkan oleh perbuatan tangan kamu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar dari dosa-dosamu,” (QS. As Syura: 30).

Kabar tentang gunung yang kokoh dan berdiri tinggi menjulang dengan struktur tanah dan bebatuan yang masif, akan terbang berhamburan seperti kapas, dan seperti debu. Saat itulah bumi dan segala yang ada di atasnya menjadi rata layaknya padang pasir, sepanjang mata memandang. Semua yang berwujud fisik bahkan besi yang keras itu telah melebur menjadi tanah yang halus. Tak ada lagi satupun manusia yang hidup semua telah menyatu dalam bentangan padang pasir yang panjang, itulah sesi berikut dari tahapan kiamat yang maha dahsyat itu.

Allah Ta’ala berfirman,

وَبُسَّتِ الْجِبَالُ بَسًّا فَكَانَتْ هَبَاءً مُنْبَثًّا

“Dan gunung-gunung dihancur luluhkan sehancur-hancurnya. maka jadilah ia debu yang beterbangan” (Qs. Al-Waqi’ah: 5-6). Imam Ibnu Katsir membawakan tafsir Qatadah, beliau berkata: “maksud dari ‘debu yang berterbanga’n adalah sebagaimana bagian-bagian yang kering dari (sisa-sisa) pepohonan yang tertiup di bawa oleh angin.”

Allah Ta’ala berfirman,
وَإِذَا الْجِبَالُ نُسِفَتْ

“Dan apabila gunung-gunung telah dihancurkan menjadi debu” (QS. Al-Mursalat: 10). Allah Ta’ala berfirman,
وَ تَكُونُ الْجِبَالُ كَ الْعِهْنِ الْمَنفُوشِ

“Dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan” (QS. Al-Qari’ah: 5).

Tiga ayat di atas menegaskan kepada manusia akan kedatangan masa itu. Masa dimana akal orang-orang yang dengan logikanya menolak bahwa gunung akan berterbangan seperti bulu-bulu halus. Tetapi kemarin siang kembali kita diperlihatkan bahwa itu nyata. Gunung Semeru (Meru) telah terbang seperti bulu-bulu halus, debu kecil yang panas, mengepul menaiki ketinggian langit berkilometer. Masihkah itu tidak dapat menjadi bukti akan kabar yang dikirim Tuhan.

Saya membayangkan dahsyatnya semburan awan panas dan pasir juga lahar yang dimuntahkannya. Di video yang saya terima di banyak grup WhatsApp terlihat orang berlarian. Anak-anak berlari tanpa orangtua, semua itu kepanikan yang tidak dapat kita bayangkan hanya sekadar menikmatinya melalui video. Saya sedang mencoba merasakan bagaimana paniknya jika sedang berada di area itu. Saat gumpalan pasir dan debu panas itu mulai melukai kulit mereka yang sedang terjebak di area kaki Gunung Semeru.

Beberapa skema kiamat terkait dengan fenomena alam yang terjadi. Ilmuwan terus mengamati asteroid yang melintas dekat Bumi, munculnya planet Nibiru, hingga meningkatnya panas matahari. Dalam buku Tafsir Ilmi ‘Kiamat dalam perspektif Alquran dan Sains’ yang disusun oleh Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran, Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menjelaskan mengenai kondisi bumi dan gunung pada hari kiamat.

Gerhana matahari total pada 4 Desember 2021, ketika Bulan melintas di antara Bumi dan Matahari , sehingga menimbulkan sebagian atau keseluruhan citra Matahari bagi pengamat di Bumi. Gerhana ini tidak biasa karena jalur gerhana total bergerak dari timur ke barat melintasi Antartika Barat , sementara sebagian besar jalur gerhana bergerak dari barat ke timur. Pembalikan ini hanya mungkin terjadi di daerah kutub. Jalurnya melintasi Antartika melintasi dekat Pulau Berkner , melintasi busur di atas benua dan melewati Pulau Shepard. Baru saja saya menduga apa yang akan terjadi dengan bumi sebagai reaksi atas gerhana itu, kabar Semeru meledak tiba. Allah maha besar

Makassar, 5 Desember 2021
Zulkarnain Hamson

SimpulRakyat.co.id adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.