SimpulRakyat.co.id, Makassar – Tak lama selang beberapa jam setelah diwisuda menjadi purna mahasiswa, Yakni Yudha Jaya langsung melakukan aksi unjuk rasa di tengah jalan Masjid Raya, Kota Makassar, Rabu (17/11) lalu.
Sebelum melakukan demonstrasi, mahasiswa ini terlebih dahulu ikut menjadi wisudawan di Sandeq Ball Room Hotel Claro Makassar bersama 320 orang mahasiswa dan mahasiswi lainnya dari Universitas Sawerigading (UNSA) Makassar.
Yudha Jaya yang bergelar akademik Sarjana Hukum (SH) dari Fakultas Hukum UNSA Makassar yang berasal dari Kabupaten Bantaeng, Sulsel ini, lengkap dengan pakaian toga wisudawan langsung berdemonstrasi di tengah jalan Masjid Raya Kota Makassar dengan tuntutan hapuskan tes PCR.
Menurutnya, tes polymerase chain reaction (PCR) sebagai syarat wajib dalam perjalanan menggunakan pesawat dan kapal air bagi masyarakat indonesia itu sangat memberatkan dan terindikasi ada proyek bisnis alat kesehatan di dalamnya yang diduga melibatkan petinggi Negara.
Harga Tes PCR ini bervariasi yakni Rp250 ribu bagi Jawa-Bali dan Rp300 ribu bagi luar Jawa-Bali, artinya tes PCR ini tidak gratis dan diduga ada besar di dalamnya.
“Walaupun kami telah resmi menjadi sarjana tapi bukan berarti kami berhenti mengkritik pemerintah tapi ini langkah awal dalam memperjuangkan hak rakyat yang dizolimi oleh kebijakan yang tidak pro rakyat,” ucap Yudha Jaya dalam orasinya.
Yudha Jaya didampingi salah satu teman kampusnya yang juga wisudawan, yakni Miswar mantan Presiden Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNSA Makassar, meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk segera menghapus tes PCR karena kebijakan tersebut itu dinilai tidak pro rakyat.
“Jangan menjadikan rakyat sebagai sapi perah demi keuntungan pihak tertentu,” ketus dia.
Demonstrasi yang diguyur hujan deras ini sempat memacetkan jalan poros satu arah ini karena pengunjuk rasa menggunakan motor sebagai panggung orasi.
Laporan: Irwan
Editor: Sukma Paramita


Tinggalkan Balasan