SimpulRakyat.co.id – Hari ini saya dikagetkan dengan tulisan pada wall facebook-nya, tulisan ini “Selamat Ulang Tahun Ayah, Si Topi Hitam.” Dia adalah Maria Sakka, anak dari almarhum ayahnya, Johanes Poton Sakka, guru mamatemati dan fisika, Sekolah Menegah Pertama (SMP) Katolik Tana Toraja.

Saya pun mencoba menelpon Maria. Syukur puji Tuhan, Maria Sakka mengangkat handphonenya dan kami sempat bercerita beberapa menit saja, mengingat tamu sudah pada menunggu di luar. Suara dari kejauhan terdengar sendu pilu, terasa sedih menyelimuti percakapan kami. Katanya, “Sehat kak…” dalam nada yang sedih.

Teryata hari ini hari istimewa Ulang Tahun Ayahnya, Johanes Poton Sakka, yang beberapa minggu lalu telah dipanggil Penciptanya. Sepintas saya bercerita, menanyakan perasaannya tentang ayahnya yang dikagumi. Maria Sakka lalu sedikit membuka tabir kepribadian ayah dan ibunya yang tiada, namun di hari special ini, 12 Agustus 2021, bertepatan dengan ulang tahun ayahnya, ia telah menggoreskan perasaannya pada dinding wall facebook yang saya kutip sebagai berikut;

“Ketika matahari mulai memancarkan sinarnya
Kuteringat akanmu Ayah
Hari yang begitu indah
Andai dirumu masih brsama kami

12 Agustus adalah hari bahagiamu
12 Agustus adalah hari ibumu berjuang
12 Agustus Tuhan menghadirkanmu
12 Agustus kehidupanmu dimulai
12 Agustus kebahagiann Ayah dan Ibumu

Kebahagiaan terpancar dari senyum setiap orang
Disaat hadirmu di dunia
Entah kapan Si Topi Hitam mulai menghiasi kepalamu
Tak banyak yang tau Ayah, Makna Topi Hitam Untukmu
Tak banyak yang memhamai tentang Si Topi Hitam

Yang aku tau pasti, di balik Topi Hitam…
Ada segudang harta
Ada segudang ilmu
Ada segenggam harapan… Yang siap diwariskan Untuk Putera dan Puteri Indonesia

Warisan itu tak lekang oleh waktu
Warisan itu akan turun temurun
Warisan itu akan menjadikan namamu abadi dalam relung hati kami
Ilmu pasti darimu dan tidak akan pernah tebayarkan dengan apapun
Terima kasih, Ayah untuk semuanya…
Kupercaya dalam keabadian, Tuhan menempatkanmu di tempat terbaik-Nya…
Ku yakin Ayah tersenyum dari atas keabadian Sorga Abadi…

Selamat Ulang Tahun Ayah, Si Topi Hitam
JOHANES POTAN SAKKA, 12 Agustus 2020 (92 tahun)”

Maria Sakka, anak puteri satu-satunya dari enam bersaudara ini, selain bersedih kehilangan kedua orang tuanya, namun ia memiliki pengharapan akan keabadian yang adalah milik “Pencipta-Nya.” Maria Sakka mampu melampaui dirinya, melihat bahwa kondisi kebertubuhan tidak dimaknai ketiadaan pada saat kematian fisik. Kematian badaniah ayah dan ibunya secara fisiologis-objektif tidak menghilangkan pemusnahan eksistensi diri subjektif.

Kekagumanku ketika membaca narasi perasaannya yang dirumuskan pada wall facebooknya, menunjukkan kemampuan melihat bahwa manusia tidak semata-mata secara deterministic material, tetapi justru ada kebakaan/keabadian yang diformulasi anaknya, Maria Sakka sebagai makna spiritualitas yang tidak dapat musnah oleh terurainya organisme biologis, seperti apa yang diajarkan ayahnya “Si Kopiah Hitam”, bahwa jiwa spiritual tidak tersusun atas bagian-bagian seperti materi dan dari sebab itu jiwa tidak dapat musnah secara radikal akibat proses fisiologis ketubuhan manusia.

Maria Sakka, Anak puteri satu-satunya dari keenam bersaudara ini, merangkai perasannya di Hari Ulang Tahun Ayahnya, dalam pengharapan akan hidup dalam sebuah suasana yang dia rumuskan dalam keabadian imannya.

“Selamat Ulant Tahun Ayah, Si Topi Hitam, Bahagia Di Surga Abadi.”

Penulis: Paulus Laratmase