SimpulRakyat.co.id, OPINI – Penyebaran virus corona secara global, masih terus bertambah dari hari ke hari. Melansir data Worldometers, hingga Sabtu (14/8/2021) pagi, total kasus Covid-19 di dunia terkonfirmasi sebanyak 206.878.950 (206 juta) kasus.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 185.533.419 (185 juta) pasien telah sembuh dan 4.357.277 orang meninggal dunia. Kasus aktif hingga saat ini tercatat sebanyak 16.988.254 dengan rincian 16.884.881 pasien dengan kondisi ringan dan 103.373 dalam kondisi serius.

Lima negara dengan jumlah kasus Covid-19 terbanyak: Amerika Serikat: 37.336.818 kasus, 637.132 orang meninggal, total sembuh 30.130.765 India: 32.155.765 kasus, 430.759 orang meninggal, total sembuh 31.330.443 Brasil: 20.319.000 kasus, 567.914 orang meninggal, total sembuh 19.173.917 Rusia: 6.557.068 kasus, 168.864 orang meninggal, total sembuh 5.848.340 Perancis: 6.425.436 kasus, 112.561 orang meninggal, total sembuh 5.866.208 (Catatan: data yang ditampilkan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung update data terbaru dan kondisi wilayah tersebut).

Kasus virus corona di Indonesia tercatat juga mengalami peningkatan, baik dari jumlah kasus, sembuh, maupun yang meninggal dunia. Hingga Jumat (13/8/2021) pukul 12.00 WIB, kasus positif Covid-19 bertambah sebanyak 30.788. Sehingga jumlahnya saat ini menjadi 3.804.943 orang.

Sedangkan untuk kasus sembuh, pemerintah Indonesia melaporkan adanya penambahan sebanyak 42.003 orang. Penambahan itu sekaligus menjadikan total pasien yang telah sembuh menjadi 3.289.718 orang. Pasien yang meninggal dunia karena infeksi Covid-19 juga bertambah sebanyak 1.432 orang, sehingga totalnya kini menjadi 115.096.

Tambahan 1.432 tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara dengan angka penambahan kematian harian tertinggi di dunia di bawah Brasil dengan 926 kematian. Dilansir dari Channel News Asia, Jumat (13/8/2021),

Filipina akan memperpanjang larangan pelancong dari India dan sembilan negara lain hingga akhir Agustus 2021. Menurut Juru Bicara Kepresidenan, larangan diperpanjang karena terjadi kekhawatiran akan virus corona varian Delta yang sangat menular.

Filipina tengah berupaya menahan lonjakan kasus Covid-19 ke level tertinggi dalam empat bulan, dengan infeksi tetap di atas angka 12.000 untuk hari kedua berturut-turut pada Kamis (12/8/2021) Rumah sakit di beberapa daerah kapasitasnya juga hampir penuh.

Larangan perjalanan, yang pertama kali diberlakukan pada 27 April, telah diperpanjang beberapa kali dan diperluas untuk mencakup Pakistan, Bangladesh, Sri Lanka, Nepal, Uni Emirat Arab, Oman, Thailand, Malaysia, dan Indonesia, demikian ditulis Dandy Bayu Bramasta, (Kompas.com edisi 14 Agustus 2021).

Sebagai seorang ibu, melihat data di atas menjadi momok bagi dunia, Indonesia bahkan tempat di mana saya hidup dan tinggal. Perasaan setiap hari mendengar suara dari kejauhan bunyi ambulance, jantung berdebar tak beraturan, mengingat kondisi masyarakat yang labil ketika dirundung kemalangan akibat dampak Covid-19 terhadap seluruh aktifitas hidupnya.

Covid-19

Satu kata itu seolah menghiasi dunia saat ini
menghiasi setiap sudut kota,d
menghiasi setiap daerah
menghiasi setiap rumah
menghiasi bibir setiap inzan.

Begitu indahkah kata ini
ataukah sebaliknya?
begitu menakutkankah kata itu?
sehingga terlalu sering menghiasi bibir saat ini.

Intinya dia adalah perenggut nyawa
dia adalah pembunuh terkejam didunia saat ini
dia adalah monster masa kini yg begitu menakutkan
dia tidak mengenal usia
dia tidak mengenal strata sosial
dia tidak mengenal kaya atau miskin

Yang aku tau dia hanya perenggut nyawa
Yang aku tau dia hanya perenggut kebahagiaan
Yang aku tau dia hanya perenggut mata pencarian setiap orang.

Covid tidak ada rasa kasih
covid tidak ada tawar menawar
covid begitu kejam
covid membuat dunia banjir air mata
covid menjadikan dunia terdiam karena keganasannya.

Aku menyaksikan begitu banyak penderitaan karenanya
Aku menyaksikan begitu banyak Ayah kehilangan putra putri tercintanya
Aku menyaksikan begitu banyak istri kehilangan suaminya
Aku menyaksikan begitu banyak suami kehilangan istri
Aku menyaksikan begitu banyak buah hati kehilangan Ayah dan Ibunya
Aku menyaksikan begitu banyak sesamaku kehilangan sahabatnya
Akupun menyaksikan begitu banyak sesamaky kehilangan masa depan
kehilangan pekwrjaan
kehilangan usahanya

Begitu banyak yang merintih
Begitu banyak yang tertatih tatih
Begitu banyak yang menangis
Begitu banyak yg terluka
Begitu banyak yang tanpa arah
Semua karena satu kata ini Covid.

Kapankah berakhir ?
Kapan akan musnah dari negeri yg kita cintai ini ?
Kapankah dia berhenti merenggut jiwa jiwa sesama ?
Kapankah senyum itu akan kembali ?
Kembali menghiasi wajah wajah sendu ?

Jawabnya

Teruslah meminta
teruslah berharap
hanya kepada Dia sang pemilik hidup ini.

Teruslah kita bersatu melawan sang perenggut nyawa ini.

Penulis: Maria Sakka
Editor: Sukma Paramita

SimpulRakyat.co.id adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.