Warga Minta Bupati Pangkep Copot Lurah Bonto Langkasa, Ini Alasannya

  • Whatsapp

SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Warga Kelurahan Bonto Langkasa, Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkep, mendatangi kantor Kantor Bupati Pangkep, Selasa (15/9/2020). Mereka meminta Bupati Pangkep agar Lurah Bonto Langkasa dicopot dari jabatannya.

Salah satu Tokoh Masyarakat Bonto Langksa, Syamsul Awal mengatakan, lurah tersebut dinilia warga telah lalai dalam melayani masyarakatnya.

Baca Juga

“Selama menjabat Lurah Bonto Langkasa sangat jarang datang dan susah ditemui, sehingga pelayanan terhadap masyarakat tidak efektif,” kata Syamsul Awal.

Lanjut dikatakan, dalam proses musyawarah di kelurahan, warga merasa kurang melibatkan tokoh masyarakat, hanya kalangan tertentu saja yang diundang.

“Sehingga kami dari tokoh masyarakat tidak tahu kegiatan yang dilaksanakan oleh kelurahan. Tidak ada transparansi penggunaan anggaran kegiatan di Kelurahan Bonto Langkasa,” tandas dia.

Warga juga menuding, para penerima sertifikat tanah dibebani biaya sebesar Rp250 ribu.

“Warga penerima sertifikat gratis dibebangkan membayar Rp250 ribu, sehingga kami selaku warga Bonto Langkasa minta kepada pak bupati untuk menindak lanjuti usulan kami ini,” pungkas Syamsul Awal.

Bupati Pangkep, Syamsuddin A Hamid yang menerima aspirasi warga di ruangan wakil bupati, menyampaikan ungkapan terima kasih atas informasi tersebut.

“Jadi hadirnya pemeritah tidak lain untuk memberikan pelayanan terbaik kepada warga. Kenapa hari ini saya langsung terima aspirasi bapak ibu karena tentu saya harus tahu yang hadir harus pakai masker,” kata Syamsuddin.

Lanjut dikatakan, untuk menonjobkan atau mengganti pejabat tersebut, ada prosedur yang mengatur sehingga tidak bisa langsung dinonjobkan begitu saja.

“Jadi hari ini, insya Allah, Ispektorat dan BKD bentuk tim guna mecari kebenaran dari laporan bapak ibu,” tegas Bupati Pangkep.

Ia juga mengatakan, setiap pejabat telah harus menjalankan kewajibannya dalam melayani masyarakat.

“Saya juga tidak sependapat kalau ada aparat saya sudah dikasih jabatan, gaji insentif, tunjangan kinerja dan sebagainya, tapi dia tidak melakukan apa yang menjadi kewajibannya. Saya tidak sependapat dengan itu,” tutur Syamsuddin Hamid. (Ismail K)

DAFTAR NAMA PASANGAN CALON BUPATI DAN WAKIL BUPATI PANGKEP

Disarankan Untuk Anda :