SimpulRakyat.co.id, Makassar – Gerakapan Pemuda Mahasiswa Indonesia (GPMI) menyambut kedatangan Kapolda Sulsel yang baru dengan melakukan aksi unjuk rasa di depan Mapolda Sulsel, Jalan perintis Kemerdekaan, Kota Makassar, Rabu (2/9) kemarin.
Unjuk rasa ini bertujuan mengawal kasus indikasi korupsi pembangunan Rumah Sakit Batua tahap 1 pada tahun anggaran 2018 yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Makassar.
Puluhan massa aksi mendesak Polda Sulsel yang baru saja Sertijab untuk segera tetapkan tersangka indikasi korupsi anggaran pembangunan Rumah Sakit Batua Tahap 1.
“Kami mendesak Kapolda Sulsel segera menetapkan tersangka korupsi Pembangun Rumah Sakit Batua Tahap 1,” pinta Jendral Lapangan, Agung Marwansyah.
Dalam orasinya, dia menantang Kapolda yang baru untuk menyelesaikan semua kasus yang ada di Sulsel, terkhus kasus indikasi korupsi pembangunan Rumah Sakit Batua yang saat ini masih dalam tahap proses penyidikan.
“Kami menantang Kapolda Sulsel untuk tegas menyelesaikan kasus indikasi korupsi pembangunan rumah sakit batua dan mengungkap semua pihak yang terlibat di dalamnya,” tegas Agung.
Tim Penyidik Peskrimsus Polda Sulsel yang menerima aspirasi GPMI mengatakan, pihaknya sudah berkordinasi dengan BPK dan sementara menunggu hasil Perhitungan Kerugian Negara (PKN).
“Setelah (PKN) itu akan ditetapkan tersangkanya, kami apresiasi teman-teman GPMI berpartisipasi membantu kami mengawal kasus ini,” kata dia.
Diketahui aksi ini merupakan aksi yang kedua kali GPMI mengawal kasus indikasi korupsi pembangunan Rumah sakit Batua.
“Kami akan konsisten mengawal kasus ini sampai selesai, hingga semua pihak yang terlibat dapat diproses sesuai hukum yang berlaku,” tutup Agung. (*)


Tinggalkan Balasan