SimpulRakyat.co.id – Kejadian nahas itu terjadi ketika Mawar (nama samaran), baru berumur 11 tahun. Mawar saat itu masih duduk di bangkus Sekolah Dasar (SD) kelas 5. Bersama saudara dan orang tuanya, mereka tinggal di Kota Ambon. Tepat 700 meter jalan menuju ke rumahnya, ada sebuah pos jaga berwarna merah-hijau.
Mawar lahir pada 6 Oktober 2006 silam, ia diberi nama dari kedua orangtuanya dengan awalan sebutan supranatural, yaitu para Dewa-dewi yang dianggap suci karena menguasai berbagai unsur alam dan aspek tertentu. Sedangkan nama belakangnya diambil dari nama bulan kelahiran Mawar.
Gadis malang itu terlahir dari pasangan yang berinisial K dan N. Ayah Mawar, yakni K, saat ini masih bekerja sebagai karyawan di salah satu perusahaan BUMN, sedangkan N, ibu Mawar, bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil di Kota Ambon. Mereka dikaruniai tiga orang anak. Mawar sendiri merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara.
Suatu saat, ketika pulang dari sekolah, rumah Mawar kelihatan sepi karena sedang tidak ada orang. Kedua orang tuanya masih bekerja dan kakak-kakaknya belum pulang sekolah karena ada kegiatan ekstrakurikuler. Saat itulah datang seorang pria, yaitu tetangga Mawar berinisial YR ke rumahnya. YR saat itu sudah berusia 27 tahun. Sebagai tetangga, keduanya sudah saling kenal sehingga Mawar sama sekali tidak curiga sedikitpun kepada YR.
Akan tetapi, YR yang saat itu sudah diselimuti hawa nafsu, dengan beringas ia menarik tubuh Mawar dan langsung melancarkan aksinya. Suasana pun berubah menjadi tegang ketika YR mengeluarkan sebilah pisau dan mengancam korban untuk tidak berteriak.
YR dengan paksa menanggalkan pakaian dalam Mawar. Sesudah itu, dia memaksakan untuk berhubungan intim, seakan Mawar bukan anak kecil dan melakukan pemerkosaan dengan enjoy. Kejadian nahas itu berlangsung hampir sekitar 10 menit.
“Kalau kamu laporkan kejadian ini kepada siapun, kamu akan saya bunuh!,” ancam YR kepada Mawar setelah memperkosanya. “Jadi, jangan bilang siapa-siapa,” tambah YR. Mawar sangat ketakutan sehingga tidak berani melapokan kejadian itu. Sebaliknya, YR memanfaatkan ketakutan Mawar dengan memperkosanya berkali-kali selama dua tahun.
Suatu saat, ketika alat kelamin Mawar sakit, Nuryati, ibu Mawar menanyakan apa penyebabnya. Semula, dia khawatir untuk menceritakan yang sebenarnya, tetapi merasa perbuatan YR terhadap dirinya begitu keji, akhirnya Mawar mau mengungkapkan seluruh kejadian itu kepada ibunya. Orang tua Mawar yang sangat terpukul dan segera melaporkan peristiwa itu ke Polres setempat.
Rupanya, saat mendengar dirinya dilaporkan ke polisi, YR segera melarikan diri. Demi menghindari kejaran aparat kepolisian, dia pindah-pindah tempat dengan menggunakan kendaraan darat maupun laut. Tetapi akhirnya seminggu setelah dilaporkan dia ditangkap juga. Sebelum ditangkap, YR sempat melawan sehingga polisi melepas tembak di kaki kirinya.
“YR sudah kami tangkap, kini sedang kami periksa,” kata Kapolres setempat.
Marcel Kalkoy

Artikel ini adalah tugas dari penguji dalam kegiatan Pelatihan Jurnalis Pamalu-KKKS dan LPDS yang diikuti oleh Jurnalis Simpul Rakyat. Artikel ini tidak melalui penyuntingan (editing) dari Redaktur.


Tinggalkan Balasan