Budi Rahayaan Dukung Penuh Kebijakan Rektor UKIM

  • Whatsapp

SimpulRakyat.co.id, Ambon – Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) merupakan kampus yang kita kenal sebagai “Kampus Orang Basudara” dimana di dalamnya terdapat berbagai golongan suku, agama dan ras.

Menariknya, semua civitas akademika baik pejabat rektorat, dosen, maupun mahasiswanya sangat berkomitmen untuk menjaga harmonisasi perbedaan tersebut.

Baca Juga

Hal itu selaras dengan misi Rektor UKIM pada point 4 (empat) yaitu membentuk insan akademik yang menjunjung tinggi nilai-nilai budaya, bermartabat, integritas, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Sehingga heterogenitas menjadi hal unik di UKIM. Keunikan itu dapat dilihat dari budaya gotong royong yang tidak memandang perbedaan latar belakang.

UKIM selalu menjunjung tinggi nilai-nilai agama, adat istiadat dalam setiap kehidupan kampus. Oleh sebab itu misi Rektor UKIM terkait point ke 4 (empat) harus kita dukung bersama-sama. Hal itu dikarenakan esensi dari misi tersebut secara efistemolgis mengandung filosofi kebudaya yang menjadi nilai luhur bangsa Indonesia khusunya masyarakat Maluku, kemudian etika kehidupan yang dikemas dalam istilah martabat sehingga dapat dimaknai bahwa UKIM konsisten untuk menjaga harkat dan martabat semua civitas akademika tanpa memandang latar belakangnya, kemudian etos kerja yang dikemas dalam “integritas” yang secara harfiah dapat kita maknai bersama bahwa keselarasan antara pikiran, laku tindak dan hati harus menjadi nilai yang terus dipegang, serta nilai-nilai kemanusiaan.

Hal itu menegaskan kembali kepada kita semua bahwa nilai kemanusiaan menjadi bagian dari cara UKIM memposisikan manusia sebagai ciptaan yang sempurna yang harus diperlakukan sebaik mungkin, dan secara tegas memperlihatkan keberpihakan Rektor terhadap kondisi pegawai dan mahasiswa, sehingga kebijakan-kebijkan yang dibuat benar-benar menjadikan landasan kemanusiaan sebagai nilai yang terus dipegang dalam setiap pengambilan keputusan.

Kebijakan-kebijakan Rektor tersebut antara lain, akan ditingkatkannya Jaringan WiFi di setiap fakultas, sehingga mahahasiswa mendapatkan akses internet secara cepat. Hal ini benar-benar menjawab persoalan mahasiswa di era distrupsi 4.0 ini, dimana di era ini mahasiswa harus mampu bersaing di dalam semua bidang. Kebijkan terkait penataan kembali penerima beasiswa, khusunya Bidikmisi. Kebijakan ini sangat penting untuk didukung bersama-sama, karena dengan begitu menandakan komitmen Rektor untuk memberantas tindakan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN), dan penyalahgunaan uang negara dalam beasiswa Bidikmisi ini. Tidak hanya itu, yang tidak kalah penting juga yaitu nantinya para mahasiswa yang kurang mampu akan memiliki peluang yang besar untuk memperoleh beasiswa Bidikmisi ini.

“Narasi ini saya buat sebagai bentuk apresiasi saya terhadap kebijakan rektor dalam mewujudkan Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) menjadi kampus yang lebih baik, sehingga mampu berdaya saing, baik ditingkat lokal, nasional, maupun global, dengan tetap menjaga tradisi leluhur/tradisi kebudayaan rakyat Maluku, sebagaimana trand UKIM sebagai Kampus Orang Basudara,” ujar Rahayaan kepada wartawan, Kamis 6 Februari 2020.

“Saya Budi Rahayaan selaku Ketua Dewan Pengurus Komisariat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Ambon secara kelembagaan mendukung penuh kebijakan-kebijakan Rektor UKIM, Dr. Jafet Damamain, M.Th.,” katanya menutup. (47)

Disarankan Untuk Anda