SimpulRakyat.co.id, Bantaeng – Mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin (Unhas) memperkenalkan pompa hidrolik ram kepada masyarakat Desa Mamampang, Kecamatan Eremerasa, Kabupaten Bantaeng, melalui kegiatan sosialisasi dan demonstrasi yang digelar di Kantor Desa Mamampang, Kamis (30/7/2026) lalu.

Pompa hidrolik ram merupakan teknologi tepat guna yang memanfaatkan energi aliran air untuk memompa air tanpa menggunakan listrik maupun bahan bakar. Teknologi ini dinilai dapat menjadi alternatif penyediaan air dengan biaya operasional yang rendah, terutama di wilayah yang memiliki sumber air alami.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Gelombang 116 memberikan penjelasan mengenai prinsip kerja, manfaat, serta komponen pompa hidrolik ram. Setelah sosialisasi, peserta diajak menyaksikan demonstrasi pengoperasian alat agar dapat memahami cara kerja dan penerapannya secara langsung.

Program tersebut menjadi program unggulan KKN Tematik Pemberdayaan Desa Gelombang 116 yang dikoordinasikan oleh Muhammad Taufiq Nurlan bersama anggota posko Nayla Tri Ananda, Andi Ainun Nur Lewa, Muhh. Alif Alfian, dan Fajriana Aris.

Mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin (Unhas) di Desa Mamampang, Kecamatan Eremerasa, Kabupaten Bantaeng. (Foto: Ist)

Koordinator Desa KKN Unhas Gelombang 116, Muhammad Taufiq Nurlan, mengatakan pompa hidrolik ram merupakan teknologi sederhana yang memanfaatkan tekanan air sehingga dapat menjadi solusi penyediaan air dengan biaya operasional yang relatif rendah.

“Kami berharap masyarakat dapat mengenal sekaligus memanfaatkan teknologi ini sesuai dengan potensi sumber air yang dimiliki desa,” ujar mahasiswa Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Unhas tersebut.

Selama kegiatan berlangsung, masyarakat tampak antusias mengikuti sosialisasi dan aktif berdiskusi mengenai proses perakitan, cara kerja, hingga perawatan pompa. Demonstrasi yang dilakukan juga memperlihatkan kemampuan alat mengalirkan air ke lokasi yang lebih tinggi tanpa memerlukan sumber energi tambahan.

Sementara itu, Kepala Desa Mamampang mengapresiasi inovasi yang diperkenalkan mahasiswa KKN Unhas. Menurutnya, teknologi tersebut tidak hanya menambah pengetahuan masyarakat, tetapi juga berpotensi menjadi solusi dalam memenuhi kebutuhan air di desa.

“Kami mengapresiasi inovasi yang dibawa mahasiswa KKN. Program seperti ini memberikan pengetahuan baru bagi masyarakat dan berpotensi menjadi solusi untuk mendukung kebutuhan air di desa,” katanya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Unhas berharap pemanfaatan pompa hidrolik ram dapat mendukung pengelolaan sumber daya air secara lebih efektif sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan. (*)