SimpulRakyat.co.id, Gowa – Tim Lontara dari PPK Ormawa Space Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin menyelenggarakan pelatihan manajemen dapur darurat dan logistik bertajuk “Pakkatuju: Pasca Bencana”. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi dengan Kelompok Taruna Siaga Bencana (Tagana) di bawah naungan Dinas Sosial Kabupaten Gowa, Dusun Tombongi, Desa Lonjoboko, Kabupaten Gowa, Minggu (26/07/2026).

Masyarakat, khususnya warga Dusun Tombongi, menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi. Hal ini terlihat dari jumlah dan keberagaman kelompok usia partisipan yang hadir serta menyimak setiap sesi dengan saksama. Kegiatan juga dihadiri Sekretaris Desa, Kepala Dusun, pengelola Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos), kelompok pemuda, dan masyarakat setempat.

Ketua FK Tagana Kabupaten Gowa, Muh Jufri, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif tim Lontara.

“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada rekan-rekan dari PPK Ormawa Space FT-UH atas kegiatan kemanusiaan yang dilaksanakan, baik di wilayah ini maupun di wilayah lain di Kabupaten Gowa. Alhamdulillah, selaku Tagana kami sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini. Kami berharap semakin banyak kegiatan serupa dari kalangan universitas yang langsung terlibat dalam pengabdian masyarakat,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyaluran bantuan makanan anak yang diserahkan oleh Dinas Sosial Kabupaten Gowa.

Sementara itu, Ketua Tim PPK Ormawa Space FT-UH tahun 2026, Andi Khusnul Rijal Rivai, menyampaikan bahwa dukungan dari Dinas Sosial menjadi motivasi bagi tim untuk terus berinovasi dalam kegiatan pengabdian yang sesuai kebutuhan masyarakat.

“Kami berterima kasih kepada seluruh pihak, khususnya Dinas Sosial, atas dukungan dan partisipasinya sehingga pelatihan ini terlaksana dengan baik. Kami berharap pelatihan ini meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait kebencanaan, khususnya manajemen dapur darurat dan logistik, karena Desa Lonjoboko merupakan daerah rawan longsor,” ungkapnya.

Dukungan penuh juga datang dari dosen pendamping, Ir Dewa Sagita Alfadin Nur. Dia berpesan agar tim terus menjaga komitmen dan kekompakan.

“Sebagai mahasiswa dengan niat baik turun langsung di tengah masyarakat dan melaksanakan mitigasi bencana longsor, saya harap tim tetap kompak. Kita berharap solusi yang dibawa dapat diimplementasikan secara mandiri oleh masyarakat desa,” pungkasnya. (*)