SimpulRakyat.co.id, Maros – Banjir yang merendam hampir seluruh wilayah Kabupaten Maros, membuat Bupati Maros, Chaidir Syam, mengambil langkah tegas dengan meliburkan seluruh aktivitas perkantoran, Rabu (12/2/2025).
“Ya, hari ini perkantoran kita liburkan,” ujar Chaidir Syam kepada wartawan.
Meski demikian, kebijakan ini tidak berlaku bagi tenaga medis dan petugas fasilitas kesehatan yang tetap diminta bertugas untuk melayani warga terdampak.
“Untuk pelayanan puskesmas, rumah sakit yang ada dokter, tetap bekerja. Kalau ada yang sakit nanti BPBD akan mengambil tindakan untuk mengangkut menggunakan perahu karet ke rumah sakit atau puskesmas,” jelasnya.
Menurut data sementara, sebanyak 200 warga yang terdampak banjir telah diungsikan ke Masjid Al Markaz Maros. Selain itu, pemerintah daerah telah mendirikan sejumlah titik pengungsian di kantor camat, koramil, hingga polsek.
Di lokasi pengungsian, petugas kesehatan dikerahkan untuk memberikan layanan medis kepada warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat banjir. Pemerintah Kabupaten Maros juga telah menyiapkan dapur umum di beberapa titik guna memastikan ketersediaan makanan bagi warga terdampak.
“Kita siapkan dapur umum di beberapa tempat. Partisipasi masyarakat sangat membantu, alhamdulillah ada juga yang secara sukarela mendirikan dapur umum bagi warga yang mengungsi. Dinas Sosial akan mensuplai logistik ke sana,” ujar Chaidir.
Namun, distribusi logistik ke dapur umum terkendala kondisi lalu lintas. Jalur Poros Trans Sulawesi yang menjadi akses utama sempat terputus akibat genangan air yang cukup tinggi, menghambat mobilitas bantuan ke wilayah terdampak.
Hingga saat ini, pemerintah daerah bersama BPBD dan relawan terus berupaya menyalurkan bantuan serta melakukan evakuasi bagi warga yang masih terjebak banjir.


Tinggalkan Balasan