SimpulRakyat.co.id, SOSOK – Prabowo Subianto resmi dilantik sebagai Presiden ke-8 Republik Indonesia hari ini, Minggu (20/10/2024), menggantikan Joko Widodo yang telah memimpin selama dua periode atau sepuluh tahun.

Pelantikan ini menandai babak baru dalam sejarah kepemimpinan bangsa dan membawa harapan baru bagi masyarakat Indonesia.

Prabowo lahir di Jakarta pada 17 Oktober 1951. Ia berasal dari keluarga dengan latar belakang yang kuat di bidang ekonomi dan politik.

Ayahnya, Soemitro Djojohadikusumo, dikenal sebagai pakar ekonomi dan politikus Partai Sosialis Indonesia, sementara kakeknya, Margono Djojohadikusumo, adalah pendiri Bank Negara Indonesia dan Ketua Dewan Pertimbangan Agung pertama.

Ibu Prabowo, Dora Marie Siregar atau Dora Soemitro, adalah perempuan berdarah Minahasa yang berasal dari keluarga Maengkom di Langowan, Sulawesi Utara.

Prabowo memiliki dua kakak, Biantiningsih Miderawati dan Maryani Ekowati, serta seorang adik, Hashim Djojohadikusumo.

Menurut Hashim, keluarga mereka juga merupakan keturunan Raden Tumenggung Kertanegara, seorang panglima laskar Pangeran Diponegoro.

Pendidikan dan Masa Kecil 

Karena situasi politik yang melibatkan ayahnya, keluarga Prabowo sempat menetap di luar negeri.

Di masa kecil, Prabowo mengenyam pendidikan di berbagai sekolah internasional seperti Victoria Institution di Kuala Lumpur, International School di Zurich, dan The American School di London.

Setelah rezim Presiden Soekarno berakhir, keluarga Prabowo kembali ke Indonesia di masa pemerintahan Soeharto.

Ia kemudian melanjutkan pendidikan di Akademi Militer (Akmil) di Magelang dan lulus pada 1974.

Karier Militer yang Gemilang

Prabowo memulai karier militernya dengan pangkat letnan dua di Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopassandha), cikal bakal Kopassus.

Kariernya di militer melesat cepat. Pada 1983, ia menjabat sebagai Wakil Komandan Detasemen Penanggulangan Teror di Kopassus.

Pada tahun yang sama, ia menikah dengan Siti Hediyati Hariyadi atau Titiek Soeharto, putri Presiden Soeharto, dan dikaruniai seorang anak bernama Didit Hediprasetyo.

Karier Prabowo terus menanjak hingga akhirnya ia menjabat sebagai Komandan Jenderal Kopassus pada 1995 dengan pangkat Mayor Jenderal.

Pada 20 Maret 1998, di penghujung Orde Baru, Prabowo diangkat menjadi Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) dengan pangkat Letnan Jenderal.

Namun, masa jabatan itu hanya berlangsung dua bulan. Presiden BJ Habibie mencopot Prabowo karena adanya dugaan penggerakan pasukan untuk upaya kudeta.

“Ini suatu penghinaan bagi keluarga saya dan keluarga mertua saya, Presiden Soeharto. Anda telah memecat saya sebagai Pangkostrad,” ungkap Prabowo kepada Habibie, seperti dikisahkan dalam buku Detik-Detik yang Menentukan: Jalan Panjang Indonesia Menuju Demokrasi.

Kontroversi di Akhir Karier Militer

Pada masa reformasi 1998, Prabowo juga menghadapi tuduhan terkait penculikan aktivis.

Dewan Kehormatan Perwira (DKP) yang dipimpin oleh Panglima ABRI Jenderal Wiranto menyatakan Prabowo bersalah dalam beberapa tuduhan.

Surat keputusan DKP Nomor KEP/03/VIII/1998/DKP menyatakan Prabowo diberhentikan dari dinas militer.

Namun, pemberhentian tersebut diklarifikasi beberapa dekade kemudian saat Prabowo menerima gelar jenderal kehormatan.

Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayor Jenderal Nugraha Gumilar, menegaskan bahwa Prabowo diberhentikan secara hormat dan tetap menerima hak pensiun.

“Menurut Kepres Nomor 62/ABRI/98 tanggal 22 November 1998, keputusan tersebut tidak memuat kata-kata pemecatan,” jelas Nugraha.

Masa Depan Indonesia di Tangan Prabowo

Prabowo Subianto kini memasuki babak baru sebagai presiden. Karier panjangnya di militer dan dunia politik memberikan banyak pengalaman untuk memimpin Indonesia.

Berbagai tantangan dan kontroversi di masa lalu membentuk karakter dan ketegasannya.

Masyarakat kini menantikan langkah-langkah kebijakan yang akan diambil oleh Prabowo dalam masa kepemimpinannya.

Harapannya, kepemimpinan baru ini akan membawa Indonesia semakin maju dan mampu menghadapi dinamika global serta meningkatkan kesejahteraan seluruh rakyat.