SimpulRakyat.co.id, Jakarta – Pengamat politik Ikrar Nusa Bhakti mendorong Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle kabinet 2026 secara besar-besaran.
Langkah ini dinilai penting untuk memastikan pemerintahan berjalan efektif dan mampu menghadapi tantangan nasional.
“Paling tidak beberapa menteri yang sudah masuk dalam kategori banyak dibicarakan orang sebaiknya diganti,” kata Ikrar, dikutip dari kanal Youtube Abraham Samad, Jumat (2/1/2026).
Ikrar menilai menteri dan wakil menteri yang kinerjanya kurang maksimal perlu dievaluasi. Dia menekankan reshuffle kabinet Prabowo 2026 sebaiknya mencakup figur yang dianggap tidak berfungsi optimal.
Secara khusus, Ikrar menyoroti Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni. Menurut dia, sektor kehutanan merupakan bidang strategis yang membutuhkan kepemimpinan kuat, mengingat persoalan lingkungan, konflik lahan, hingga bencana ekologis yang terus berulang.
“Bidang kehutanan itu sangat krusial. Kepemimpinan yang tidak kuat bisa berdampak luas ke masyarakat dan lingkungan,” ujar Ikrar.
Selain itu, Ikrar mengingatkan Presiden agar berhati-hati dalam menerima informasi dari lingkaran dekatnya.
Ia juga menilai informasi yang diterima bisa tidak utuh bahkan menyesatkan, sehingga berisiko menghambat pengambilan kebijakan strategis.
“Orang dalam itu sebenarnya menutup pintu bagi Prabowo untuk mengetahui kira-kira apa yang terjadi di Republik Indonesia ini,” tandas Ikrar.
Pengamat itu mendorong Presiden Prabowo membuka ruang evaluasi objektif, memperluas sumber informasi, dan berani mengambil keputusan tegas terhadap pembantunya yang tidak bekerja optimal.
Reshuffle kabinet Prabowo 2026, menurut Ikrar, menjadi kunci untuk menghadapi dinamika politik dan tantangan pembangunan nasional.


Tinggalkan Balasan