SimpulRakyat.co.id, OPINI – Pendidikan dalam perubahan sosial dalam rangka untuk meningkatkan kemampuan analisis kritis yang berperan untuk menanamkan keyakinan dan nilai-nilai baru tentang cara berpikir manusia.

Pendidikan akan memberikan nilai-nilai tertentu kepada manusia, terutama dalam membuka pikirannya, menerima hal-hal baru, maupun cara berpikir secara ilmiah.

Pendidikan juga mengajarkan manusia untuk dapat berpikir secara obyektif, rasional dan melihat ke masa depan, berusaha menciptakan kehidupan yang lebih maju.

Berbekal pendidikan, masyarakat akan terdorong untuk berusaha menciptakan berbagai penemuan kebudayaan yang baru, agar masyarakatnya mampu hidup mengikuti perkembangan zaman.

Peran pendidikan dalam konteks ini sejalan dengan tujuan pendidikan nasioanl, seperti diamanatkan dalam UU Sisdiknas No 20 tahun 2003, menjadikan manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis, serta bertanggungjawab.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata pendidikan berasal dari “didik” dan mendapat imbuhan “pe” dan akhiran “an”, maka kata ini mempunyai arti proses atau cara atau perbuatan mendidik.

Secara bahasa, definisi pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan.

Pendidikan selanjutnya merupakan usaha sadar yang dilakukan oleh seorang dewasa terhadap pihak lain yang belum dewasa agar mencapai kedewasaan (M. I. Soelaiman, 1985).

Perubahan sosial merupakan gejala perubahan dari suatu keadaan sosial tertentu ke suatu keadaan sosial lain. Perubahan sosial pasti memiliki suatu arah dan tujuan tertentu.

Pengaruh perubahan sosial hanya dapat diketahui seseorang yang sempat mengadakan penelitian susunan dan kehidupan suatu masyarakat pada saat tertentu, yang kemudian dibandingkan dengan keadaan pada waktu yang lain.

Perubahan sosial dapat berupa suatu kemajuan, atau sebaliknya dapat berupa suatu kemunduran. Perubahan sosial tidak hanya membawa pengaruh positif bagi kehidupan manusia, tetapi juga berdampak negatif.

Bagi seorang pendidik/guru, pengetahuan tentang perubahan sosial dan pendidikan serta berbagai dinamika perubahan sosial, diperlukan sebagai upaya transformatif dan responsif terhadap perubahan tersebut yang diharapkan berdampak positif dalam proses pembelajaran.

Secara umum, perubahan sosial adalah situasi sosial yang di dalamnya terjadi ketidaksesuaian di antara unsur-unsur sosial yang saling berbeda, sehingga menghasilkan suatu pola kehidupan yang tidak serasi fungsinya bagi masyarakat yang bersangkutan.

Setiap kehidupan masyarakat manusia senantiasa mengalami suatu perubahan. Perubahan-perubahan pada kehidupan masyarakat tersebut merupakan fenomena sosial yang wajar karena setiap manusia mempunyai kepentingan yang tidak terbatas.

Perubahan-perubahan akan tampak setelah tatanan sosial dan kehidupan masyarakat yang lama dapat dibandingkan dengan tatanan dan kehidupan masyarakat yang baru.

Perubahan sosial adalah segala perubahan-perubahan pada lembaga masyarakat di dalam suatu masyarakat, mempengaruhi sistem sosialnya termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikap-sikap dan pola-pola perikelakuan diantara kelompok-kelompok dalam masyarakat (Selo Soemardjan, 1974).

Mengantisipasi Perubahan

Perubahan merupakan suatu kata yang tidak bisa dipisahkan dalam proses pengembangan masyarakat. Kebutuhan untuk survive dalam ketidak pastian dan perubahan menjadi tuntutan masa kini.

Perubahan terjadi begitu cepat dan luas, termasuk mengubah dasar-dasar asumsi dan paradigma memandang perubahan. Oleh karena itu, kerangka pendidikan harus diletakkan dalam kerangka perubahan yang luas tersebut.

Melihat dari sisi internal di masa sekarang, sekolah haruslah melakukan upaya membangun sistem kelembagaan yang efisien. Secara eksternal, sekolah harus memperhitungkan reputasi dan legimitasi itu bagus, maka sekolah akan mudah meraih dukungan dari masyarakat.

Dukungan masyarakat adalah modal yang paling berharga bagi pengembangan dunia pendidikan. Tuntutan terhadap lembaga inovasi juga datang karena desakan dari jalur pertumbuhan yang datang dari luar sebagai hasil perubahan.

Perubahan itu sendiri merupakan sumbangan dari proses pendidikan, baik langsung atau tidak langsung, baik sendiri-sendiri maupaun bersama-sama dengan faktor-faktor lain seperti faktor sosial, ekonomi, agama maupun politik.

Pendidikan memberikan jalan efektif dalam membangun dan mempercepat perubahan. Sebaliknya arah, isi, tujuan, strategi, juga pemasaran pendidikan kemudian dipengaruhi oleh perubahan sosial.

Pendidikan sebagai Sarana dalam Perubahan Sosial

Pendidikan merupakan suatu yang bersifat universal di mana setiap orang yang hidup dalam dunia ini akan selalu menerima didikan dari lingkungan.

Dalam hal ini, seseorang anak baru lahir, di mana memerlukan bantuan orang lain atau orang yang lebih berkuasa, khususnya keluarga sebagai kelompok sosial pertama-tama yang dikenalnya, agar di dalam perkembangan ia dapat tumbuh dewasa dan bertanggungjawab.

Untuk itu, pendidikan dapat diartikan sebagai wadah pengembangan kwalitas manusia dan segala pengetahuan tentunya menjadi agen penting yang ikut menentukan perubahan social yang terjadi di masyarakat, karena perubahan sosial mengacu pada kwalitas masyarakat yang bergantung pada kwalitas pribadi anggotanya.

Maka dari itu, lembaga pendidikan memainkan peranan penting dalam suatu perubahan sosial yang mengaruh pada kemajuan untuk meningkatkan kemampuan analisis kritis yang berperan untuk menanamkan keyakinan-keyakinan dan nilai-nilai baru tentang cara berpikir manusia.

Pendidikan dalam abad era modern telah berhasil menciptakan generasi baru dengan daya kreasi dan kemampuan berpikir kritis, sikap tidak mudah menyerah pada situasi yang ada dan diganti dengan sikap yang tanggap terhadap perubahan, sehingga cara berpikir dan sikap-sikap tersebut akan melepaskan diri dari ketergantungan dan kebiasaan berlindung pada orang lain.

Pendidikan merupakan institusi yang berupaya menjembatani dan memelihara warisan budaya suatu masyarakat sesuai dengan perubahan sosial.

Proses perubahan sosial seringkali tidak teratur dan tidak menyeluruh, meskipun sendi-sendi yang berubah saling berkaitan secara erat, sehingga melahirkan ketimpangan kebudayaan. Perubahan teknologi yang serba cepat jelas akan membawa dampak luas ke seluruh institusi-institusi masyarakat sehingga munculnya kemiskinan, kejahatan, kriminalisasi dan lian sebagainya merupakan dampak negatif yang tidak bisa dicegah.

Untuk itulah, pendidikan harus mampu melakukan analisis kebutuhan nilai, pengetahuan dan teknologi yang paling mendesak dapat mengantisipasi kesiapan masyarakat dalam menghadapi perubahan karena perlu penyesuaian seseorang yang menyebabkan ia berkembang. Sedangkan faktor-faktor lain yang mendorong jalannya proses perubahan antara lain adalah adanya sistem pendidikan.

Penulis: Inno Mamat (Staf pengajar di SMK Mutiara Bangsa Reok-Manggarai-NTT).

SimpulRakyat.co.id adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis