SimpulRakyat.co.id, Makassar – Gerakan Revolusi Demokratik (GRD) menggelar aksi unjuk rasa dalam memperingati hari sumpah pemuda tepat pada tanggal 28 Oktober di pertigaan Jln Hertasning, Boulevard, Kota Makassar, Senin (28/10/2019).

Unjuk rasa ini dipimpin oleh Rivand Riang selaku jendral lapangan.

Rivand dalam orasinya, menyebut negara dalam kondisi yang kurang baik, lantaran menurut dia pemerintah belum berpihak pada kaum pekerja.

“Rezim hari ini benar-benar tidak berpihak kepada kaum pekerja. Betapa tidak, dalam draft RUU Ketenagakerjaan, jaminan hari tua pekerja itu dihapuskan,” tutur Rivand dalam orasinya.

Lanjut dikatakan, pemerintah hari ini tidak hadir sebagai pemberi kesejahteraan bagi masyarakat kategori ekonomi menengah kebawah.

“Pemerintah dan DPR hari ini membuat regulasi yang semakin menyengsarakan rakyat,” tuding Rivand Riang.

Dalam aksi tersebut, GRD juga mendesak pemerintah pusat untuk memberikan ‘plebisit’ bagi rakyat Papua.

Ditemui di lapangan, Ketua Umum Komite Pusat Gerakan Revolusi Demokratik (KP-GRD), Edy Dola, menyampaikan, Indonesia sedang darurat demokrasi.

“Dari persoalan Papua hingga ketenagakerjaan, seperti ada hal yang ditutupi. Papua hanya dilihat sebagai objek eksploitasi karena tambang emasnya. Pemerintah kita juga masih gagal dalam upaya mendidik, mensejahterakan, dan membuka sejarah Pepera (Penentuan Pendapat Rakyat) kepada Rakyat Papua Pro Referendum,” pungkas dia.

Lanjut Edy, banyak persoalan yang tak mampu ditangani dengan baik, bahkan yang dipertontonkan hanya sandiwara untuk mengalihkan isu-isu yang menindas rakyat.

“RUU Ketenagakerjaan secara eksplisit dibentuk untuk kaum pemodal dengan alibi untuk memompa perekonomian Negara kita, disisi lain Buruh sebagai faktor utama lahirnya komoditi, semakin terbebani dengan kenaikan kebutuhan hidup yang tak terkontrol dan tidak selaras dengan siklus kenaikan upah,” kata dia.

“Diketahui PP No.78 tahun 2015 tentang pengupahan, adalah sebuah regulasi yang dirancang untuk menambah pemasukan perusahaan, dengan sebuah rumus yang mengkebiri hak-hak buruh dari keringat penghasil komoditi,” tutup Ketua KP-GRD.

Penulis: Ardan Aidin

Baca: Presiden Jokowi Paparkan Lima Fokus Kerja di Periode Kedua Pemerintahan