SimpulRakyat.co.id, Makassar – Solidaritas Alumni Peduli Unhas (SAPU) menginisiasi program apresiasi bertajuk SAPU Digital Award yang akan menilai pengelolaan informasi digital Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas di Universitas Hasanuddin.
Salah satu inisiator SAPU, Ziaul Haq Nawawi, mengatakan program tersebut dirancang sebagai dorongan agar organisasi mahasiswa lebih adaptif dan profesional dalam mengelola kanal informasi digital di era keterbukaan informasi.
“Pengelolaan informasi digital kini menjadi wajah utama organisasi, termasuk BEM Fakultas. Melalui SAPU Digital Award, kami ingin mendorong praktik pengelolaan informasi yang lebih tertata, transparan, dan bertanggung jawab,” kata Ziaul saat ditemui di Makassar, Sabtu (27/12/2025).
Menurut Ziaul, penilaian SAPU Digital Award direncanakan berlangsung pada Januari 2026 dengan objek penilaian mencakup seluruh BEM Fakultas di Universitas Hasanuddin.
Adapun ruang lingkup penilaian meliputi pengelolaan website resmi, media sosial, serta eksistensi dan peran BEM Fakultas dalam pemberitaan media daring.
Ziaul menjelaskan, penilaian akan difokuskan pada jejak digital dalam rentang enam bulan terakhir, yakni periode Juli hingga Desember 2025. Pendekatan ini dimaksudkan agar penilaian dilakukan secara objektif dan berbasis kinerja aktual.
“Kami ingin melihat konsistensi, bukan euforia. Karena itu, rentang waktu penilaian dibuat cukup panjang agar mencerminkan kinerja riil pengelolaan informasi digital masing-masing BEM Fakultas,” ujarnya.
Inisiator SAPU lainnya, Asri Tadda, menegaskan bahwa SAPU Digital Award tidak dimaksudkan sebagai ajang kompetisi semata. Menurutnya, program ini juga berfungsi sebagai instrumen evaluasi, pembelajaran, dan apresiasi bagi organisasi mahasiswa.
“Hasil penilaian nanti diharapkan dapat menjadi referensi praktik terbaik yang bisa direplikasi oleh organisasi mahasiswa lainnya. Ini juga kami harapkan bisa menjadi pemantik bagi penguatan peran BEM di tingkat universitas,” kata Asri.
Asri menambahkan, SAPU membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk civitas academica, alumni, praktisi media, serta pemangku kepentingan di lingkungan Universitas Hasanuddin, guna memastikan proses penilaian berjalan objektif dan kredibel.
“Kami berharap kegiatan ini bisa dikolaborasikan secara luas. SAPU hanya menjadi pemantik. Ke depan, kami ingin ini menjadi gerakan bersama untuk memperkuat literasi dan tata kelola informasi digital di lingkungan kampus,” pungkasnya. (*)


Tinggalkan Balasan