Simpulrakyat.co.id, Barru – Wakil Ketua Asosiasi Mediator Hubungan Industrial Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar), Andi Sunrah, S.Sos., M.Si., mendorong pekerja dan buruh di daerah untuk lebih bijak dan produktif dalam menggunakan media sosial.
Hal ini disampaikan dalam kegiatan Dialog Ketenagakerjaan bertema “Narasi dan Literasi Media dalam Dunia Buruh Digital” yang digelar bersama Dewan Pimpinan Cabang Federasi Perjuangan Buruh Nasional (DPC FPBN) Kabupaten Barru, Jumat, (2/8/2025) lalu.

Mediator senior kota Makassar ini menyampaikan harapan agar media sosial tidak hanya dijadikan wadah untuk berkeluh kesah, namun juga digunakan sebagai alat edukasi dan sarana meningkatkan kesejahteraan,
“Saat ini, Sosial media merupakan sarana yang paling cepat untuk mentransfer segala bentuk informasi dan tentu saja memiliki dampak positif-negatif. olehnya para pekerja dapat memanfaatkan sosial media sebagai sarana yang memberikan dampak positif bagi dirinya di masa depan.” ucapnya.
“Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi pekerja dan buruh dalam menggunakan media sosial secara bijak serta mampu mengarahkannya ke hal-hal positif sebagai tambahan penghasilan,” ujarnya.
Selain Andi Sunrah turut hadir, Dosen Komunikasi MNC University, Febi Ramadhani Rusdin, S.Sos., M.I.Kom., C.B.J., yang memberikan pemahaman tentang pentingnya literasi media dan strategi komunikasi di era digital,
Dalam paparannya, Febi menekankan bahwa media sosial dapat menjadi kekuatan kolektif bagi buruh jika digunakan secara strategis. “Di tengah arus informasi yang sangat cepat, penting bagi pekerja untuk memahami cara kerja media digital agar dapat mengelola narasi, menyampaikan aspirasi, dan menjaga citra positif,” tuturnya.
Pihak MNC University, melalui dosennya, kembali menegaskan peran aktif kampus dalam menjembatani dunia pendidikan dengan masyarakat luas, termasuk kelompok pekerja.
Kegiatan yang berlangsung di Sekretariat DPC FPBN Barru ini juga dihadiri oleh Jufran M., S.E., Ketua DPP FPBN, yang turut menyoroti pentingnya publikasi informasi buruh di daerah. “Kami berharap melalui kegiatan ini, publikasi permasalahan buruh di daerah semakin mudah dan efektif,” jelasnya.
Partisipasi aktif dari akademisi dan pegiat hubungan industrial dalam kegiatan ini mempertegas urgensi literasi digital di kalangan buruh, serta menunjukkan kolaborasi nyata antar berbagai pihak dalam membangun kesadaran kritis dan produktif di ruang digital.(**)


Tinggalkan Balasan