SimpulRakyat.co.id, Gowa – Isak tangis keluarga pecah di depan ruang Instalasi Gawat Darurat RSUD Syekh Yusuf, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Sabtu (23/8/2025) malam.

Seorang remaja perempuan berinisial FR (20) terbaring lemah di ranjang perawatan dengan wajah lebam dan kepala berlumur darah. Ia menjadi korban penganiayaan brutal oleh orang yang justru dicintainya, RA (19).

Menurut keterangan keluarga, FR awalnya hanya menolak ajakan kekasihnya untuk pergi bersama. Namun penolakan itu justru memicu kemarahan RA.

“Kami tidak menyangka, hanya karena hal sepele, dia tega melakukan itu pada anak kami,” ucap salah satu kerabat korban.

Di Desa Tinggimae, Kecamatan Barombong, tempat kejadian berlangsung, warga masih terkejut.

Sejumlah tetangga menyebut, hubungan FR dan RA memang kerap diwarnai pertengkaran kecil.

Namun, tak ada yang menyangka kemarahan itu akan berujung pada kekerasan yang membuat korban harus dilarikan ke rumah sakit.

Kanit Resmob Satreskrim Polres Gowa, Ipda Andi Muhammad Alfian, mengungkapkan, pelaku memukul korban berkali-kali di kepala dan wajah.

“Korban mengalami luka memar dan berdarah pada bagian wajah. Motifnya, pelaku sakit hati karena ajakannya ditolak,” kata Andi Muhammad, Rabu (27/8/2025).

RA sempat melarikan diri usai kejadian. Namun, polisi yang menerima laporan keluarga korban bergerak cepat dan menangkapnya di rumah kerabatnya di Desa Tompobalang.

Kini pelaku ditahan di Mapolres Gowa dan dijerat Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan berat dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.

Di rumah sakit, FR masih berjuang memulihkan diri. Raut wajah ibunya terus muram mendampingi sang anak yang terbaring lemah.

“Kami hanya ingin dia sembuh dan pelaku dihukum seadil-adilnya,” ujar sang ibu.

Kasus ini menambah daftar panjang kekerasan dalam hubungan personal yang masih marak di kalangan remaja. Psikolog menyebut, relasi yang tidak sehat, kecenderungan posesif, dan minimnya kontrol emosi kerap menjadi pemicu.