SimpulRakyat.co.id, Yogyakarta – Reuni ke-8 Alumni Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar Angkatan 1987 berlangsung semarak dan penuh makna di Yogyakarta, 27–29 Juni 2025.

Mengusung tema “Back To Nature”, kegiatan ini tak hanya menjadi ajang temu kangen, tetapi juga diwarnai berbagai aksi peduli lingkungan dan sosial.

Salah satu kegiatan utama dalam rangkaian reuni ini adalah penanaman 100 pohon di kawasan Kalikuning Park, Padukuhan Pangukrejo, Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Yogyakarta, pada Sabtu (28/6/2025) lalu.

“Kami ingin reuni ini membawa dampak positif, bukan hanya bagi para alumni, tetapi juga untuk lingkungan sekitar,” ujar Ketua Panitia Reuni, Hendrik Parera, didampingi Koordinator Pelaksana di Yogyakarta, Zulkifli, kepada media, Kamis (3/7/2025).

Selain penanaman pohon, para alumni juga menggelar kegiatan bakti sosial di Desa Gayamharjo, Prambanan, Sleman. Mereka menyerahkan bantuan berupa peralatan pompa air dan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk membantu warga mengatasi persoalan krisis air bersih dan keterbatasan akses listrik.

Penyerahan bantuan ini turut dihadiri Ketua Ikatan Alumni (IKA) Fakultas Teknik Unhas, Sapri Pamulung; Ketua Angkatan 1987, Zulfikar Manggau; serta tokoh masyarakat setempat.

“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap masyarakat, sekaligus bagian dari semangat teknik untuk memberikan solusi nyata,” kata Zulfikar.

Rangkaian kegiatan reuni juga diisi dengan aneka lomba yang memeriahkan suasana. Dalam ajang liga domino yang diikuti 32 pasangan alumni, pasangan Andi Patonangi dan Catur Wirawan keluar sebagai juara pertama. Sementara juara kedua diraih pasangan Acha Podding dan Chazrum.

Untuk lomba karaoke, Hamjaya, Ranti, dan Erwin tampil sebagai pemenang.

Acara pembukaan dan makan malam pada 27 Juni 2025 berlangsung meriah di Candhari Heaven, Sleman. Seluruh alumni hadir mengenakan kostum seragam berwarna putih, menambah kekhidmatan suasana reuni.

Pada pagi harinya, 28 Juni, para alumni juga melakukan olahraga senam poco-poco di Joglo Amirta, mengenakan seragam biru.

“Semua kegiatan ini menjadi pengikat emosional kami, dan semoga reuni kali ini menjadi kenangan yang tak terlupakan,” tutup Hendrik.