SimpulRakyat.co.id, Makassar – Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Sulawesi Selatan menyerukan semua pihak untuk menahan diri dan tidak membawa konflik antarmahasiswa ke ranah yang lebih luas, terutama yang berkaitan dengan isu kesukuan atau kedaerahan.

Seruan ini disampaikan menyusul ketegangan antara kelompok mahasiswa dari Luwu Raya dan Makassar dalam beberapa hari terakhir.

Ketegangan tersebut diduga bermula dari persoalan pribadi antarmahasiswa yang kemudian meluas menjadi konflik antar kelompok kedaerahan. Pada Kamis (24/7), sekelompok orang tak dikenal menyisir setidaknya tiga kampus di Kota Makassar sembari meneriakkan ancaman terhadap mahasiswa asal Luwu Raya.

Sejumlah ruas jalan di kota juga diramaikan dengan spanduk yang mengandung pesan provokatif dan ajakan konfrontasi terhadap kelompok mahasiswa dari Luwu.

Koordinator Presidium Majelis Wilayah KAHMI Sulsel, Ni’matullah, mengingatkan bahwa konflik antarindividu seharusnya tidak digiring menjadi pertentangan antar kelompok, terlebih jika mengarah pada isu sensitif seperti suku atau daerah asal.

“Kalau ada tindak kriminal antar-personal yang bisa memicu konflik horizontal bernuansa SARA, aparat penegak hukum harus memberi atensi khusus. Jangan dibiarkan melebar. Yang kasihan nanti adalah mereka yang tak tahu apa-apa tapi ikut jadi korban,” kata Ni’matullah, yang akrab disapa Ulla, saat dikonfirmasi di Makassar, Jumat (25/7) petang.

Ulla juga mengimbau agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin memperkeruh situasi. Ia meminta semua pihak memberikan kepercayaan kepada aparat kepolisian untuk menuntaskan kasus ini sesuai prosedur hukum yang berlaku.

“Dalam kondisi seperti ini, sangat rawan diprovokasi oleh oknum yang ingin mengambil keuntungan. Jangan terpancing. Biarkan polisi bekerja mencari pelaku dan menindak mereka sesuai aturan,” ujarnya.

Dia menekankan pentingnya rasionalitas dalam menyikapi persoalan yang terjadi agar konflik tidak melebar menjadi pertentangan antarwarga dari daerah yang berbeda.

“Jangan sampai hanya karena masalah pribadi, lalu menjalar menjadi konflik komunal. Yang rugi kita semua. Maka kita harus lebih cerdas dalam membaca situasi,” ujar Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel itu.

Sebagai Koordinator Presidium KAHMI Sulsel, Ulla juga mengajak seluruh kader KAHMI untuk aktif menjaga ketertiban sosial serta memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Kader KAHMI tersebar di berbagai lini. Saatnya kita ambil peran untuk memberi pemahaman kepada masyarakat agar tidak mudah terhasut isu-isu SARA. Kita bersama-sama ciptakan lingkungan yang aman dan harmonis,” pungkasnya.