SimpulRakyat.co.id, Makassar – Ketua Umum Pengurus Pusat Lingkar Dakwah Mahasiswa Indonesia (PP Lidmi) periode 2022–2024, Asrullah, S.H., M.H., resmi menyandang gelar Doktor Ilmu Hukum dari Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar.
Gelar tersebut diraih usai menjalani sidang promosi doktoral yang digelar pada Jumat, 11 April 2025.
Dalam sidang tersebut, Asrullah yang juga menjabat Tenaga Ahli Kapoksi Komisi III DPR RI Fraksi Nasdem ini, mampu mempertahankan disertasinya yang berjudul “Reformulasi Pengaturan Presidential Threshold dalam Sistem Presidensial Berdasarkan UUD NRI 1945.”
Sidang ini dipimpin oleh promotor Prof. Dr. Marwati Riza, S.H., M.Si., dan Ko-promotor Prof. Dr. Hamzah Halim, S.H., M.H., M.A.P., yang juga Dekan Fakultas Hukum Unhas. Bertindak sebagai penguji eksternal, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi RI, Prof. Dr. Hamdan Zoelva.
Sejumlah guru besar hukum tata negara Unhas juga hadir sebagai tim penguji internal, yakni Prof. Dr. Andi Pangerang Moenta, S.H., M.H., DFM, Prof. Dr. Aminuddin Ilmar, S.H., M.H., Prof. Dr. Irwansyah, S.H., M.H., serta Assoc. Prof. Dr. Zulkifli Aspan, S.H., M.H.
Prof Zoelva memuji analisis konstitusional Asrullah yang menilai bahwa pasal Presidential Threshold dalam UU Pemilu tidak sejalan dengan konstitusi dan perlu direformulasi demi memperkuat sistem presidensial.
“Disertasi ini menawarkan pendekatan baru dalam reformulasi kebijakan, termasuk pembatasan jumlah koalisi partai sebagai bentuk rekayasa konstitusional ke depan,” ujar Zoelva.
Sidang promosi ini juga dihadiri sejumlah tokoh nasional. Di antaranya Wakil Ketua DPD RI H. Tamsil Linrung, Kapoksi Komisi III DPR RI Fraksi Nasdem Rudianto Lallo, S.H., M.H., serta Pimpinan Umum DPP Wahdah Islamiyah K.H. Dr. Muhammad Zaitun Rasmin, Lc., M.A., yang juga menjabat Ketua Ulama dan Da’i Asia Tenggara.
Sementara Ketua Umum Lidmi Pusat saat ini, Andi Muhammad Shalihin, S.KM., M.KM., menyampaikan rasa bangga atas pencapaian tersebut.
“Diraihnya gelar doktor oleh Ustaz Asrullah adalah kebanggaan besar bagi keluarga besar Lidmi. Ini menjadi inspirasi bagi kader dakwah untuk terus menekuni jalan keilmuan,” ujarnya.
Shalihin menambahkan bahwa isu yang diangkat dalam disertasi Asrullah memiliki dampak strategis terhadap kualitas demokrasi dan menjadi bentuk nyata dari dakwah intelektual serta advokasi kebijakan berbasis ilmu.
Laporan: Lidmi Media Center (LMC News)


Tinggalkan Balasan