Makassar, Simpulrakyat.co.id – Sejak terjadinya erupsi letusan gunung Lewotobi laki laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), beberapa waktu lalu, menyisakan duka mendalam bagi ribuan korban bencana.
Sejumlah pihak baik pemerintah, swasta maupun masyarakat luas turun tangan mengulurkan bantuan untuk meringankan beban korban yang terdampak menyebarnya abu vulkanik dari letusan gunung tersebut.
Didasari rasa kemanusiaan dan persaudaraan, Warga Diaspora NTT yang berdomisili di kota Makassar dan sekitarnya turut berkontribusi dengan membentuk Posko bencana hingga berhasil menyalurkan dana puluhan juta dan ratusan karung pakaian serta bahan makanan ke lokasi bencana,
Ditemui di sela aktivitasnya, salah seorang tokoh masyarakat Diaspora NTT, Ir. Hendrikus GD Parera, mengapresiasi keberhasilan Posko Peduli penggalangan bantuan bagi korban bencana ini sebagai bentuk mempererat rasa persaudaraan antar sesama warga perantau asal NTT yang berada di kota Makassar,
Pria kekar yang turut menjadi tokoh pencetus ide penggalangan dana ini pun bercerita dimulainya aksi kemanusiaan di Makassar, sejak awal terbentuknya posko penggalangan bantuan bencana Lewotobi hingga berhasil mendistribusikan ratusan paket bantuan ke lokasi bencana,

“Jadi kegiatan peduli bencana Lewotobi ini sebenarnya diinisiasi oleh organisasi Garda Flobamora Sulsel untuk berbuat sesuatu bagi warga yang terkena dampak bencana letusan gunung di NTT. Itu dimulai sekitar awal November, pada 5 Desember kita udah closing untuk persiapan menyalurkan bantuan yang terkumpul kurang lebih 2 truk. Terdiri dari beras, pakaian layak pakai, Indomie, Masker dan sebagainya.” tuturnya kepada Wartawan, Jumat (03/01/2025) malam.
“Menyangkut pembentukan posko bantuan ini memang berdasarkan kemanusiaan. Para korban di sana butuh bantuan segera, sementara kita ini mengaku keluarga Diaspora NTT di Makassar sehingga ini menjadi sangat penting. Walau sempat tersendat, pada akhirnya semua bisa berjalan dengan lancar, dan warga NTT di sana dapat merasakan bantuan yang telah kita kumpulkan di sini.” ucap pria yang kerap disapa Ricky ini.
Bantuan itu merupakan partisipasi masyarakat bukan hanya berasal dari warga NTT tetapi juga dari masyarakat umum, mahasiswa, para pekerja dan kelompok kelompok organisasi lainnya.
Dia menyebut, bantuan yang berhasil terkumpul berupa uang senilai Rp.78juta, pakaian layak sebanyak 107 Koli, bahan makanan berupa beras 105 karung serta bahan penunjang lainnya seperti masker. Bantuan tersebut telah disalurkan melalu jalur laut menggunakan KM Bukit Siguntang menuju Pelabuhan Maumere lalu menggunakan jalur darat ke titik lokasi pengungsi yang berada di sekitar terjadinya bencana,
Pengusaha berdarah Maumere – Manggarai ini mengatakan bahwa 2 (dua) truk bantuan dari kota Makassar tersebut disalurkan ke titik lokasi pengungsi mandiri yang berada di empat desa sekitar terjadinya bencana.
“Kenapa diberikan kepada pengungsi mandiri karena mereka jauh dari lokasi posko bencana sehingga dikhawatirkan bantuan dari pemerintah tidak memadai sampai ke mereka.” ujarnya.
Bahkan setelah proses pengiriman bantuan ke lokasi bencana, Ricky mengatakan sumbangan dari masyarakat masih berdatangan namun tidak sempat terangkut, sehingga sumbangan tersebut disalurkan ke lokasi bencana banjir yang terjadi di Makassar,
“Kebetulan pada bulan Desember itu terjadi bencana banjir di kota Makassar jadi kami berinisiatif menyalurkan bantuan tersebut kepada warga yang terdampak banjir di wilayah Antang, kecamatan Manggala.” ucapnya.
Ricky Parera selalu mendapat tanggung jawab sebagai dewan pembina pada beberapa organisasi masyarakat, diantaranya menjadi Ketua Dewan Pembina Garda Flobamora Sulsel. Beliau juga mengucapkan terimakasih kepada pihak pihak yang telah berkontribusi atas terlaksananya penyaluran bantuan ini dari awal hingga bantuan tersebut sampai ke lokasi pengungsi.
“Terima kasih kepada pihak TNI – Polri, PT. Pelni, PT Pelindo IV yang membantu pendistribusian melalui jalur laut dan perusahaan lain serta seluruh masyarakat yang sudah berkontribusi dan peduli terhadap korban erupsi letusan gunung Lewotobi” ucap pria yang kerap terlibat pada sejumlah kegitan sosial dan kemanusaiaan. (Ilho)


Tinggalkan Balasan