SimpulRakyat.co.id, Makassar – Muhammad Fatir bocah tujuh tahun penderita paru paru basah dan gizi buruk di kota Makassar kembali disambangi oleh komunitas pemerhati sosial kemanusiaan.
Kunjungan tersebut dalam rangka memberikan bantuan berupa bahan makanan pokok oleh Forum Community Social Solidarity (CSS) Gowa.
“CSS memberikan bantuan berupa, Beras, Susu, Minyak goreng, Telur, Kasur busa dan sejumlah makanan ringan (snack).” ucap Ketua CSS Gowa Rachmawati kepada Simpulrakyat, Jumat (6/9/2023).

Rachmawati mengatakan mendapatkan Informasi mengenai penderita paru paru basah dari salah seorang warga melalui grup whatsapp, yang direspon positif oleh semua anggota CSS dan langsung mengagendakan kunjungan ke rumah Muh Fatir.
“Komunitas kami memang bergerak di bidang sosial – kemanusiaan seperti aksi Bakti sosial (Baksos) ke wilayah bencana dan memberikan bantuan kepada warga yang membutuhkan uluran tangan. CSS telah empat tahun menjalankan aksi kemanusiaan bahkan sampai ke luar provinsi.” tambahnya.
Lebih lanjut, Dia menuturkan keprihatinannya terhadap kehidupan bocah Fatir dan keluarga yang dinilai butuh uluran tangan dari pemerintah.
“Kita prihatin saja melihat keluarga anak ini yang hidup serba pas pasan, apalagi menurut informasi belum ada penyaluran bantuan (sembako) dari pemerintah setempat.” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, CSS Gowa juga membagikan paket nasi dos kepada pengguna jalan di lokasi tersebut,
“Bersamaan dengan ini kami juga lakukan jumat berkah membagikan nasi dos kepada warga dan pengguna jalan.” tutup Rachmawati.

Sementara, Rosdiana (51) Nenek Muhammad Fatir menuturkan sejak lahir cucunya mengalami kondisi fisik yang lemah sehingga mempengaruhi tumbuh kembang Fatir. Hingga berumur 7 tahun bocah itu belum bisa berjalan dan berbicara secara normal.
“Sejak lahir memang sudah tidak normal, dia umur 4 tahun baru bisa duduk.” sebut Rosdiana.
Dirinya baru mengetahui cucunya mengidap penyakit paru paru basah setelah memeriksa kesehatan Fatir di RSUD Daya dua bulan lalu. Selain itu Fatir juga mengalami gizi buruk yang mempengaruhi pertumbuhan fisiknya.
“Menurut dokter ada cairan di jantungnya (paru paru basah) dan gizi buruk karena ada dua dokter yang tangani dokter anak sama dokter gizi.” kata Rosdina.
Jika diperhatikan kondisi fisik Muh Fatir sangat kecil, nampak seperti bocah berumur 4 tahun,
“Selama ini pemerintah kelurahan dan Dinas Sosial sudah datang mendata tapi kalau bantuan seperti sembako belum pernah. Alhamdulillah ada bantuan dari para dermawan yang kasi kita sembako sama uang untuk keperluan hidup.” tandasnya.
Reporter: Ilho


Tinggalkan Balasan