Makassar – Walau hujan deras mengguyur kota Makassar tidak menyurutkan semangat warga diaspora Nusa Tenggara Timur (NTT) di Sulsel untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada korban bencana erupsi gunung Lewotobi laki laki, Flores Timur, NTT
Melalui Organisasi Garda Flobamora NTT Sulsel, ratusan karung bantuan kemanusiaan berupa bahan makanan, pakaian layak pakai, beras, terpal dan makanan instan hasil dari sumbangan para donatur berhasil dikumpulkan selama kurang lebih satu bulan,

“Hari ini tepatnya Pukul 19.00 Wita bantuan ini akan dikirim menggunakan 2 truk dari posko induk bantuan bencana jl. Pelita Raya ke Pelabuhan Makassar. Melalui jalur laut menggunakan KM Bukit Siguntang dari pelabuhan Makassar Sulsel ke pelabuhan Maumere NTT.” ucap ketua Garda Flobamora sulsel Marius Mide Djuang S.Sos, Kamis, (5/12/2024).
Bung Mide sapaan akrab ketua Garda Flobamora ini menyebutkan sejak sebulan posko bantuan di Jalan Pelita Raya kota Makassar dibuka dan berhasil mengumpulkan bantuan kemanusiaan berupa; Beras 1000 sak @5Kg, Makanan instan (Indomie) 1000 sak, Pakaian layak pakai 150 karung, dan bahan pokok lainnya.
Di tempat sama, Sekretaris Umum (Sekum) Garda Flobamora Sulsel Ir. Muhamad Ikbal.S.Pi.M.Si.IPM, mengungkapkan bahwa keprihatinan terhadap korban bencana erupsi gunung Lewotobi menggugah hati masyarakat Sulsel khususnya warga NTT yang ada di pulau celebes ini.
Dirinya menyebutkan bantuan tersebut nantinya akan dikawal oleh 16 orang relawan dari kota Makassar yang ikut serta hingga ke Pelabuhan Maumere NTT dan ikut membantu menyalurkan bantuan tersebut ke titik terdampak yang telah ditentukan,
Ditempat terpisah ketua dewan pembina Garda Flobamora Sulsel Ir. Ricky Parera yang terhubung melalui telpon selular menitipkan pesan kusus kepada rombongan panitia yang akan berangkat ke lewotobi flores timur agar dapat memberikan dukungan moril kepada semua saudara yang terdampak serta berharap bencana ini segera berlalu dan semua saudara disana dapat melaksanakan kegiatan seperti semula
“Setelah tiba di Pelabuhan Maumere NTT, bantuan tersebut langsung di salurkan ke sejumlah titik yang sudah diidentifikasi oleh tim kami di sana, agar bantuan ini tepat sasaran.” ucapnya.

Sementara, Tokoh diaspora masyarakat NTT sekaligus Ketua Panitia posko bantuan bencana erupsi gunung Lewotobi Laki laki, Donyella Sino mengungkapkan kesukuran serta terima kasihnya kepada semua pihak dari awal penggalangan hingga diantarnya bantuan tersebut yang menandakan berakhirnya fungsi posko di Makassar.
“Saya menyampaikan ucapan terima kasih yang setinggi tingginya kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam proses pengumpulan bantuan ini sejak dibukanya posko ini hingga bantuan siap disalurkan hari ini. Semoga tuhan memberkati kita semua.” tandas ketua Panitia posko bantuan kemanusiaan peduli Lewotobi Sulsel,
Untuk diketahui, erupsi ini memaksa lebih dari 12.000 warga di Kecamatan Ile Bura dan Wulanggitang mengungsi, dengan kerusakan signifikan pada rumah, sekolah, dan fasilitas umum lainnya.
Bencana ini dirasakan oleh 6.647 individu dari 1.916 rumah tangga di Kabupaten Flores Timur dan Sikka, mencakup delapan desa di Flores Timur dan dua desa di Sikka.
Acara pelepasan bantuan untuk korban bencana lewotobi yang berlangsung di posko induk jalan pelita raya blok A 24 Nomor 8 itu dihadiri oleh para tokoh masyarakat dan rohaniawan antara lain John Watungada , Blasius Seda , Nikolaus Nurak dan Pastor John Dacunha sekaligus memberikan doa berkat untuk rombongan dan relawan yang akan berangkat ke lewotobi flores timur NTT


Tinggalkan Balasan