SimpulRakyat.co.id, Jakarta – Sulawesi Selatan kini memiliki Penjabat (Pj) Gubernur yang baru. Prof Dr Ir Fadjry Djufry, pakar pertanian dengan rekam jejak cemerlang di Kementerian Pertanian, resmi dilantik di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat. Pelantikan ini menandai babak baru bagi pembangunan provinsi tersebut di bawah kepemimpinan berbasis teknologi dan inovasi.
Prof Fadjry Djufry menggantikan Prof Zudan Arief Fakrulloh, yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN). Latar belakang Fadjry di sektor pertanian dan keahliannya dalam teknologi adaptif diharapkan dapat memperkuat posisi Sulsel sebagai lumbung pangan nasional sekaligus menghadirkan modernisasi di berbagai sektor.
Lahir di Makassar pada 14 Maret 1969, Prof Fadjry meniti pendidikan di tanah kelahirannya. Ia menyelesaikan pendidikan dasar di SDN Komp Melayu (1982), SMPN 7 Makassar (1985), dan SMAN 4 Makassar (1988). Gelar Sarjana Pertanian diraihnya dari Universitas Hasanuddin pada 1993, sebelum melanjutkan studi S2 dan S3 di Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam bidang Agroklimatologi/Pemodelan Tanaman, yang masing-masing diselesaikan pada 2000 dan 2005.
Perjalanan profesional Fadjry mencapai puncaknya saat dikukuhkan sebagai Profesor Riset oleh Kementerian Pertanian pada 25 Januari 2022. Dalam orasi pengukuhannya, ia mengemukakan gagasan tentang “Pengembangan Pertanian Cerdas Iklim Inovatif Berbasis Teknologi Budidaya Adaptif Menuju Pertanian Modern Berkelanjutan”. Pendekatan ini menekankan pentingnya teknologi adaptif untuk menghadapi tantangan perubahan iklim, keterbatasan lahan, dan sumber daya air.
Sebagai peneliti utama di Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Prof Fadjry telah menghasilkan berbagai karya ilmiah yang diakui secara nasional maupun internasional. Dedikasinya di sektor publik juga mendapatkan apresiasi berupa Satya Lencana Karya Satya XX Tahun pada 2019.
Dengan visi kepemimpinan yang kuat, Prof Fadjry Djufry diharapkan mampu membawa Sulsel ke arah pembangunan yang lebih berfokus pada ketahanan pangan, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan teknologi pertanian modern. Harapan besar disematkan pada upaya modernisasi pertanian yang berbasis teknologi cerdas iklim untuk mendukung keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Selatan.
Era baru ini menandai komitmen untuk menghadirkan solusi inovatif yang adaptif di tengah tantangan global. Prof Fadjry siap memimpin Sulsel menuju masa depan yang lebih cerah. (Fajar Ahmad)


Tinggalkan Balasan