SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Pangkep Kamis (30/1/2025) siang tadi tak menghalangi semangat puluhan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pangkep untuk menyuarakan tuntutan mereka.

Sekira Pukul 13.30 Wita, massa aksi berkerumun di depan Kantor Bupati Pangkep, berorasi lantang menuntut pemerintah daerah agar lebih serius dalam menentukan skala prioritas pembangunan.

Meski basah kuyup, para demonstran tak surut langkah. Mereka membawa sederet tuntutan, menyoroti berbagai persoalan yang dinilai tak kunjung mendapat perhatian pemerintah.

Usai berorasi di jalan, massa aksi akhirnya diterima oleh Asisten III Pemda Pangkep, Abbas Hasan, untuk menyampaikan delapan poin tuntutan utama, yaitu evaluasi menyeluruh terhadap kinerja seluruh OPD di Kabupaten Pangkep, menentukan skala prioritas pembangunan yang jelas dan tepat sasaran, pertanggungjawaban terhadap fasilitas pendidikan yang memprihatinkan, menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama dalam pembangunan daerah, menambah armada angkutan sampah demi mengatasi persoalan lingkungan, mmbuka akses informasi publik sesuai UU No 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, melibatkan organisasi kemahasiswaan dalam perumusan kebijakan daerah, serta menyediakan penerangan jalan yang memadai demi keamanan masyarakat.

Tak puas hanya sampai di kantor bupati, massa aksi melanjutkan gerakan mereka ke Kejaksaan Negeri Pangkep. Di sana, mereka mendesak aparat penegak hukum agar segera mengusut dugaan kasus korupsi yang disebut-sebut telah menggerogoti anggaran daerah.

Lebih dari sekadar menyuarakan aspirasi, HMI Cabang Pangkep juga mengambil langkah nyata dengan melaporkan indikasi penyimpangan anggaran ke pihak berwenang. Aksi ini membuktikan bahwa mahasiswa bukan sekadar demonstran jalanan, tetapi juga berperan sebagai kontrol sosial bagi pemerintah dan aparat hukum.

“Hari ini, HMI Cabang Pangkep telah mengambil peran penting dalam mendorong perubahan untuk masa depan daerah. Kini, bola panas ada di tangan Pemda dan aparat hukum. Harapan kami, mereka serius menindaklanjuti tuntutan ini, bukan sekadar memberikan janji kosong,” tegas Ketua Umum HMI Cabang Pangkep, Fadli (**)