Makassar, Simpulrakyat.co.id – Keluarga besar Diaspora Nusa Tenggara Timur (NTT-SULSEL) di kota Makassar menggelar acara ramah tamah di ruang VIP lantai 3 Cafe Langit jalan Ujung Pandang, Makassar, Kamis (2/1/2025).

Kegiatan ini sekaligus menandai pembubaran panitia pelaksana posko peduli bencana erupsi gunung Lewotobi laki laki NTT yang telah melakukan penggalangan bantuan di kota Makassar.

Kegiatan yang diinisasi oleh Organisasi Garda Flobamora Sulsel ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting Diaspora NTT di kota Makassar, di antaranya Ketua Garda Flobamora Sulsel Marius Mide Djuang S, Ketua Dewan Pembina Garda Flobamora Sulsel Ir Hendrikus GD Parera, Ketua panitia Donyella Sino.

Hadir pula Tokoh Masyarakat NTT lainnya, yakni Nikolaus Nurak, Blasius Seda, Dr H Arda Senaman, Pdt Juni Bale, Ferdy Ojan Juru bicara dan Bung Lallo Korlap Garda Flobamora dan beberapa tokoh penting lainnya serta semua pihak yang terlibat dalam pengalangan bantuan kemanusiaan untuk korban bencana erupsi gunung Lewotobi.

Dewan Pembina Garda Flobamora Sulsel Ir Hendrikus GD Parera memberikan sambutan di acara Ramah Tamah (Foto; Ilho)

Mengawali acara, Ketua Panitia Posko peduli Lewotobi di Makassar Donyella Sino, menyampaikan apresiasi terhadap semua pihak yang ikut terlibat dalam pelaksanaan Posko,

“Sampai satu bulan terakhir posko berjalan dengan baik, tentunya ini berkat kekompakan kita semua. Selama ini begitu banyak respon positif terhadap keberadaan posko bantuan ini, terbukti banyaknya bantuan yang datang baik dari warga NTT maupun masyarakat Sulsel sendiri,” ucap Donyella,

“Saya atas nama panitia mengucapkan terima kasih setinggi tingginya kepada semua orang yang telah peduli terhadap bencana di NTT. kepada para donatur baik secara materi maupun tenaga sekali lagi terima kasih. Tak lupa juga kami menyampaikan mohon maaf atas segala kekurangan yang terjadi pada saat posko ini berjalan hal itu tidak lebih karena kita semua penuh keterbatasan.” tuturnya.

Pada kesempatan sama, Ketua Garda Flobamora Sulsel, Marius Mide Djuang S.Sos mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh pihak yang berpartisipasi mulai awal terbentuknya posko bantuan Lewotobi di kota Makassar hingga tersalurkannya bantuan tersebut ke lokasi pengungsi di NTT.

“Atas nama Garda Flobamora Sulsel, Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, para dermawan, donatur yang telah memberikan bantuan baik secara finansial maupun bantuan tenaga sehingga bantuan dapat terkumpul dan berhasil disalurkan ke lokasi pengungsi. Semoga Tuhan dapat membalas kebaikan saudara saudara semua.” ucap Mide,

Ketua Dewan Pembina Garda Flobamora Sulsel Ir. Hendrikus GD Parera atau biasa disapa Kak Ricky mengapresiasi acara ramah tamah ini sebagai bentuk mempererat rasa persaudaraan antar sesama warga perantau asal NTT yang berada di kota Makassar,

“Acara malam ini merupakan puncak dari rasa persaudaraan kita sebagai warga Diaspora yang berada di luar pulau NTT, Semoga kedepannya kita bisa lebih kompak lagi. Ini merupakan awal bagi kita untuk mempersiapkan diri menghadapi sesuatu yang lebih besar di masa akan datang.” imbuhnya

Sementara itu sejumlah tokoh masyarakat Diaspora NTT, Blasius Seda dan Nikolaus Nurak juga mengapresiasi langkah Garda Flobamora selaku inisiator terlaksananya pengalangan bantuan yang dilain sisi sebagai bentuk sarana pemersatu warga NTT khususnya di kota Makassar,

“Saya hanya menyampaikan terimakasih kepada panitia penyelenggaraan posko bantuan, utamanya kepada Garda Flobamora sulsel yang telah menginisiasi kegiatan mulia ini.” kata Blasius Seda.

Dia berharap kepada anak muda diaspora NTT yang ada di Makassar menjaga semangat kemanusiaan seperti ini, terus bergerak dengan hal hal yang positif.

“Kami sangat mendukung apa saja kegiatan seperti ini. jaga kekompakan dan terus berkomunikasi. Besok lusa ada bencana di manapun mari kita berbagi kepada saudara kita. berdasarkan nilai nilai kemanusiaan karena imbasnya akan jatuh kepada diri kita sendiri.” pesan Nikolaus Nurak.

Diketahui, Garda Flobamora Sulsel berhasil mengumpulkan dan menyalurkan bantuan dana kurang lebih Rp.78Juta, 107 karung Pakaian, 1000 Sak beras @ 5 kilogram, 1000 sak mie instan serta alat penunjang bencana seperti masker dan terpal.

Reporter: Ilho