SimpulRakyat.co.id, Khazanah – Kisah cinta antara Sayyidah Khadijah dan Nabi Muhammad SAW merupakan kisah yang tak hanya diwarnai kebahagiaan, tetapi juga penuh keteladanan bagi umat Islam.
Kisah ini memperlihatkan pengorbanan, kesetiaan, serta keikhlasan cinta yang tulus dan mendalam.
Dalam buku “Khadijah Binti Khuwailid: Cinta Sejati Rasulullah” karya Dr Muhammad Abduh Yamani, disebutkan bahwa Khadijah adalah seorang perempuan bangsawan, wanita tangguh dan mandiri yang berasal dari keluarga terhormat.
Sebagai putri dari Khuwailid bin Asad, Khadijah mengembangkan usaha perdagangan yang sukses, menjadikannya sosok terpandang di Makkah.
Mencari seseorang yang dapat dipercaya untuk memimpin kafilah dagang ke Syam, Khadijah menemukan sosok pemuda jujur dan berakhlak mulia, Muhammad Ibnu Abdillah.
Kepercayaan ini berbuah manis ketika kafilah dagangnya berhasil, dan Khadijah pun semakin kagum pada kepribadian Muhammad SAW.
Dari kekaguman tersebut tumbuhlah benih cinta yang tulus. Sebagaimana yang dijelaskan dalam karya Abdul Mun’im Muhammad Umar, Khadijah memutuskan untuk menyatakan perasaannya.
Melalui pelayannya, Khadijah mengundang Muhammad SAW ke rumahnya, lalu dengan lembut ia bertanya apakah Muhammad SAW bersedia menikahinya.
Menanggapi tawaran itu, Rasulullah SAW dengan rendah hati menjawab, “Tetapi aku tidak setara denganmu. Engkau adalah pemuka wanita Quraisy, sedangkan aku hanya anak yatim yang tak punya apa-apa.”
Namun, Khadijah dengan ketulusan hati menjawab, “Aku menyukaimu karena kekerabatan kita, kemuliaan akhlakmu, dan karena kejujuran serta amanahmu di tengah kaummu.”
Setelah mendengar ungkapan tulus tersebut, Nabi Muhammad SAW pun menerima lamaran Khadijah. Pernikahan mereka segera dilaksanakan dengan restu keluarga besar. Mahar pernikahan mereka adalah 20 ekor unta atau 500 dirham, dihadiri oleh keluarga Bani Hasyim dan tokoh-tokoh Bani Mudhar.
Kisah cinta Khadijah dan Rasulullah SAW ini mengajarkan kepada kita nilai-nilai cinta yang tak lekang oleh waktu—cinta yang dilandasi keikhlasan, kesetiaan, dan penghormatan. Di usia Khadijah yang 40 tahun dan Muhammad SAW yang 25 tahun, mereka membangun rumah tangga harmonis yang menjadi inspirasi bagi umat Islam sepanjang masa. Wallahu a’lam bishawab.


Tinggalkan Balasan