SimpulRakyat.co.id, Makassar – Calon Bupati Pangkep nomor urut dua, dr. Andi Nusawarta, atau akrab disapa Dokter Cua, menegaskan komitmennya untuk mendukung ekonomi kerakyatan sembari memanfaatkan kemajuan modernisasi.

Hal ini Dokter Cua sampaikan dalam debat perdana calon Bupati dan Wakil Bupati Pangkep yang digelar KPU di Hotel Four Points by Sheraton, Makassar, Kamis malam (24/10/2024).

“Insya Allah, kalau kami ditakdirkan menjadi bupati dan wakil bupati Pangkep, kearifan lokal (ekonomi kerakyatan) itu akan kami utamakan, pendalaman kebijakan dan harapan masyarakat kita perhatikan, tanpa memperdulikan kepentingan bisnis di atas segalanya,” tegas Dokter Cua.

Dokter Cua menambahkan, penting bagi pemimpin Pangkep untuk menyeimbangkan aspirasi masyarakat dengan perkembangan ekonomi modern.

“Harus kita dengar apa kata masyarakat, harus juga kita pertimbangkan perkembangan ekonomi yang berkembang di dunia. Inilah yang ingin kita terapkan di Pangkep, bagaimana kemajuan dan kearifan lokal bersatu,” katanya.

Dokter Cua menekankan bahwa pemimpin arif harus mampu mendorong ekonomi kerakyatan tanpa mengabaikan teknologi dan bisnis modern.

“Dengar apa kata masyarakat, tapi tidak juga ketinggalan dalam dunia modernisasi. Bisnis is bisnis, tapi ingat ekonomi kerakyatan juga harus diangkat, di situlah peran seorang bupati bagaimana dia arif dan bijaksana dalam memimpin kampungya,” tambah Dokter Cua.

Dalam kesempatan ini, Dokter Cua menjanjikan akan membuka ruang partisipasi bagi masyarakat dalam pengembangan ekonomi daerah.

“Insya Allah, kalau kami nomor urut dua ditakdirkan oleh Allah SWT menjadi bupati dan wakil bupati, keterlibatan masyarakat kami harapkan, 24 jam rumah jabatan terbuka, katakan apa yang kalian inginkan, katakan apa yang ingin kalian sampaikan, silakan presentasi di depan kami wahai para pelaku ekonomi,” tuturnya.

“Siapa yang bisa presentasikan dan melakukan ekonomi dengan baik, itulah yang akan kita lakukan. Kita dengar semuanya, kita tidak lupa dengan masyarakat, tapi kita juga tidak lupa dengan teknologi dan kemajuan ekonomi,” tegas Dokter Cua.

Tanggapan Kandidat Lain

Calon bupati nomor urut tiga, Andi Muhammad Khairul Akbar (AMKA), menyoroti pentingnya sikap tegas terkait antara ekonomi kerakyatan dan keberadaan swalayan modern.

“Apa penindakan hukumnya terhadap swalayan yang ada hari ini kalau mendengarkan masyarakatnya tanpa putusan dari bupatinya? harusnya pemimpin mengambil satu keputusan yes or not, ya atau tidak,” ujar AMKA.

Sementara itu, calon wakil bupati nomor urut satu, Abd Rahman Assagaf, meminta agar pasangan Dokter Cua–Sofyan Razak bijak dalam menyikapi keberadaan swalayan modern.

“Fenomena swalayan, tetap kita juga harus bijaksana bahwa paling tidak mereka yang telah hadir hari ini sebagai pengusaha swalayan. Kita harus juga melihat bahwa teman-teman, atau saudara-saudara kita yang berada di sektor swalayan, mereka juga tentu ada kebaikan untuk tenaga kerja,” ungkapnya.

Kolaborasi dengan Swalayan Modern

Menanggapi isu swalayan, M. Sofyan Razak, calon wakil bupati nomor urut dua, menyatakan komitmennya untuk memanfaatkan swalayan modern sebagai mitra bagi produk lokal

“Insya Allah, kalau Dokter Cua-Sofyan Razak diberi amanah jadi bupati, kita berdayakan produk lokal untuk bekerjasama dengan swalayan. Kita wajibkan swalayan menampung produk lokal yang ada di Kabupaten Pangkep, itu kewajiban. Kalau tidak ada produk lokal kita cabut izinnya,” Sofyan Razak.

Sofyan Razak juga menekankan perlunya meningkatkan kualitas swalayan lokal agar dapat bersaing dengan swalayan modern.

“Kita juga perlu swalayan lokal yang kenyamanannya sama dengan swalayan yang modern. Kalau untuk persaingan dengan swalayan modern kita harus perbaiki juga pelayanan kualitas swalayan (swalayan lokal) kita,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, debat ini mengusung subtema penegakan hukum. Para kandidat juga diharapkan membahas tentang keberadaan swalayan yang tetap beroperasi tanpa mematikan warung tradisional.