SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Debat kandidat Calon Bupati dan Wakil Bupati Pangkep tahun 2024 yang baru saja digelar menuai kritik tajam dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pangkep.
Sekretaris Umum HMI Pangkep, Andi Fikran, menyampaikan kekecewaannya terhadap kualitas debat yang dinilainya kurang memenuhi harapan.
Menurut Fikran, momen debat ini seharusnya dimanfaatkan oleh para kandidat untuk menunjukkan pemahaman mendalam terhadap isu-isu strategis di Pangkep.
Namun, ia menilai pemaparan para kandidat masih dangkal dan minim kajian ilmiah serta data pendukung.
“Debat ini memang penting untuk menyampaikan visi dan misi. Tapi harusnya dibarengi dengan analisis yang lebih mendalam,” kata Fikran, Sabtu (27/10).
“Harapan kami, kandidat bisa memberikan pandangan yang berbasis data dan riset agar masyarakat bisa menilai secara objektif melalui argumen yang terstruktur,” tambah dia.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya peran pemuda dan mahasiswa untuk bersikap kritis dalam menyikapi setiap janji politik yang disampaikan.
“Jangan hanya terpaku pada retorika. Kita harus memastikan apakah visi yang ditawarkan didukung dengan strategi yang realistis dan ilmiah,” ujarnya.
HMI Pangkep berharap, kritik ini dapat menjadi masukan untuk perbaikan di debat selanjutnya.
“Debat harus jadi ajang pertukaran gagasan yang berbobot, berbasis data, dan solusi konkret, sehingga masyarakat bisa memilih pemimpin yang benar-benar paham dan mampu mengatasi masalah daerah secara terukur,” pungkas Fikran.
Pilkada Pangkep 2024 diharapkan menjadi momentum penting bagi masyarakat dalam menentukan arah pembangunan daerah ke depan.
Kritik HMI ini menjadi pengingat bagi para kandidat untuk menyajikan ide-ide yang tidak hanya menarik secara verbal, tapi juga kuat dalam substansi dan relevansi.


Tinggalkan Balasan