Latar belakang

Proses pembelajaran di sekolah, berlangsung dengan adanya interkasi antara pendidikan dengan peserta didik. Tugas pendidik selain menuntun anak untuk mencapai potensinya, juga memberikan materi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa tau tingkatan belajarnya.

Guru harus membimbing dan mengarahkan peserta didik dalam mengembangkan potensi yang ada pada dirinya. Sehingga mereka dapat bekembang sesuia dengan kodrat alam dan kodrat zamannnya dan berjalan meraih cita-cita yang harus mereka capai.

Perkembangan zaman dan pergerakan arus informasi yang deras, membuat prilaku negatif dalam diri siswa menjadi berkembang dengan melihat informasi-informasi negatif yang mempengaruhi pemikirannnya, ditambah dengan kurang tertanamnya nilai-nilai karakter peserta didik berdampak pada prilaku negatif peserta didik. Sekolah adalah salah satu institusi yang memiliki peran dalam proses pembentukan karakter peserta didik.

Kegiatan pembiasaan peserta didik di sekolah merupkan salah satu upaya dalam merubah atau memperbaiki karakter peserta didik, dengan membiasakan perilaku positif tertentu dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan pembiasaan positif yaitu agar para peserta didik terbiasa dalam bersikap baik dan memiliki sikap-sikap atau kebiasaan baru yang bernilai positif sesuai dengan nilai moral yang berlaku.

Pembiasaan menjadi suatu hal yang perlu untuk dilakukan dan dicontohkan kepada anak setiap hari secara konsisten di setiap lingkungan. Di dalamnya meliputi lingkungan sekolah, keluarga, dan lingkungan masyarakat. Pembiasaan terprogram dalam pembelajaran yaitu pembiasaan dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana yang telah dibentuk dalam jangka waktu tertentu untuk mengembangkan pribadi individu setiap siswa. Sedangkan pembiasaan tidak terprogram bisa dilaksanakan secara rutin, spontan, dan melalui keteladanan.

Kegiatan terprogram merupakan kegiatan yang dilaksanakan secara bertahap disesuaikan dengan kalender pendidikan atau jadwal yang telah ditetapkan sekolah. Seperti pembelajaran di kelas, memperingati hari-hari besar nasional, karyawisata, lomba, serta kegiatan perkemahan.

Kegiatan rutin adalah kegiatan sehari-hari yang dilakukan secara terus menerus di sekolah. Kegiatan pembiasaan rutin yang akan dilakukan di SMAN 1 Pangkep melalui kegiatan berdoa sebelum pelajaran dimulai, membaca sholawat atau al qur’an sebelum pembelajaran dimulai atau literasi quran setiap hari jumat, dan menyanyikan indonesia raya setiap jam 10 dam jam pulang membiasakan mengucapkan salam dan bersalaman kepada guru, membiasakan bersikap sopan santun. Kemudian membiasakan membuang sampah pada tempatnya, budaya antre, membawa tumbler dan tempat makan dan membiasakan menghargai pendapat orang lain.

Kegiatan keteladanan merupakan kegiatan dalam bentuk perilaku sehari-hari yang dapat dijadikan contoh atau diteladani oleh peserta didik. Contoh dari kegiatan keteladanan berupa membiasakan memakai seragam sesuai dengan hari, datang tepat waktu, serta membiasakan berbahasa dengan baik dan sopan.

Pembiasaan yang dilakukan secara terus menerus dan konsisten akan memiliki dampak kepada seseorang yang melakukan pembiasaan tersebut. Seiring berjalannya waktu, pembiasaan itu akan melekat dalam dirinya. Sehingga dapat mengubah pembiasaan sebelumnya yang ada pada dirinya ataupun menghasilkan pembiasaan baru yang bernilai positif sehingga pada kahirnya pembiasaan itu menjadi budaya positif. Budaya ini juga akan membantu bagaimana pembentukan karakter seseorang.

Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa pembiasaan sikap positif yang dilakukan di sekolah sebagai bentuk upaya penguatan karakter peserta didik. Untuk menghasilkan capaian yang baik diperlukan konsistensi dalam melakukan pembiasaan sikap positif. Sehingga pembiasaan tersebut akan berulang secara otomatis dan tidak terlupakan oleh siswa ketika berada di luar lingkungan sekolah. Adanya pembiasaan ini juga dapat membantu sekolah dalam membentuk karakter anak, serta mengarahkan siswa kepada budaya positif yang dilakukan atas kesadaran diri.

Tujuan:
Menciptakan budaya positif melalui pembiasaan positif rutin sehari-hari

Tolok Ukur:
Siswa dan seluruh unsur sekolah melakukan kegiatan pembiasaan positif secara rutin setiap hari

Linimasa Tindakan :

  1. Melakukan kordinasi dengan guru serta wakasek terkait kegiatan pembiasaan budaya positif
  2. Melakukan sosialisasi kepada unsur sekolah dalam hal ini guru dan siswa terkait pembiasaan yang akan dilakukan secara rutin dalam bentuk pertemuan
  3. Membangun hubungan positif dan lebih dekat antara guru dengan murid melalui kegiatan keteladanan
  4. Membiasakan murid menerapkan pembiasaan positif sehingga menjadi budaya positif dan memiliki budi pekerti
  5. Melaksanakan pembiasaan secara rutin dan terkontrol
  6. Melakukan refleksi terhadap kegiatan yang dilakukan

Dukungan yang Dibutuhkan:

Dukungan dari seluruh warga sekolah serta partisipasi aktif orang tua di rumah dalam membiasakan budaya positif. Dedikasi seluruh warga sekolah sebagai role model/ teladan bagi peserta didik dalam menanamkan budaya positif di sekolah . Kolaborasi seluruh warga sekolah dalam menciptakan serta membiasakan budaya positif di sekolah.

Kegiatan Pembiasaan yang Dilakukan:

1. PS5L (Pungut Sampah Lima Lembar)

Kegiatan ini, dilakukan setiap pagi hari dimana setiap siswa memasuki wilayah sekolah terlebih dahulu harus memungut sampah sebanyak lima lembar untuk dimasukkan ketempat sampah, yang telah disediakan. Sampah yang dipungut tidak ditentukan lokasinya terserah siswa mau mengambil dimana. kegiatan ini memberikan kemadirian kepada siswa untuk berbuat tanpa harus memperoleh arahan dan perintah dari guru.

Pembiasan ini dilakukan setiap hari dengan harapan kedepannnya akan menjadi terbiasa bagi siswa dan guru sehingga dapat mengubah kepedulian siswa terhadap sampah dan kebersihan sekolah.

2. Literasi Qur’an Jumat

Kegiatan litreasi jumat ini dilakuakn setelah kegiatan shalat jumat dilaksanakan, disesuaikan dengan kondisi. Biasanya siswa putri mengikuti literasi quran disaat dilaksanakan sholat jumat bagi siswa laki-laki, dan siswa laki-laki mengikuti literasi di masjid setelah saholat jumat.

Terkadang juga kegiatan ini dilaksankan secara bersamaan siswa putri dan siswa laki-laki dan dilaksankan pada pagi hari sebeluam kegiatan pembelajaran dimulai. Kegiatan literasi ini dilakukan dengan membaca salah satu surah misalnya surah Al Waqi’ah.

Kegiatan literasi ini dimaksudkan untuk meningkatkan karakter religius siswa sehingga mampu menjadi terbiasa dalam membaca kitab suci, selain itu juga untuk melihat sejauh mana siswa mampu membaca alquran.

3. Menyanyikan lagu Indonesia Raya

Kegiatan menyanyikan lagu indonesia raya dilakukan sebanyak dua kali di jam 10 pagi dan disaat pulang sekolah, kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan jiwa nasionalisme siswa dan cinta tanah air melalui sikap menghargai lagu indonesia raya. Saat lagu Indonesai Raya dikumandangkan, maka seluruh unsur sekolah harus berdiri dengan posisi siap sempurna kemudian ikut menyanyikan lagi Indonesia Raya hingga selelsai, jika berjalan wajib berhenti jika duduk wajib berdiri.

4. Salam Sambut

Salam sambut dilaksanakan di pasi hari oleh bpak dan ibu guru yang ditugasakna secara bergiliran sebagai guru piket, kegiatan ini, dimaksdukan untuk menjalin silaturrahim antara guru dan siswa, selain itu untuk mengontrol sejauhmana kedisplinan siswa dan guru piket untuk hadir disekolah di pagi hari serta melatih kesabaran siswa dalam melakukan antrian. Kegiatan ini berlangsung di interval waktu 6.15 hingga 7.00 Wita, dengan guru dan siswa bersalaman secara bergantian dengan mengikuti antrian.

Kegiatan ini sangat membantu guru dan pembina osis dalam mengontrol keseragaman siswa dalam berpakian serta kelengkpan pakaian siswa seuai dengan aturan berpakaian sekolah.

5. Membawa tumbler dan tempat makan

Kegiatan ini dalam rangka membiasakan siswa untuk melakukan jajan secara sehat dengan tidak berganti tempat makan dengan orang lain yang dapat menimbulkan penyakit, selain itu kegiatan ini dimaksudkan untuk membantu dalam mengontrol sampah disekolah khusunya sampah plastik seperti tempat air minum gelas, kemasan makan plasik dll.

Oleh : Syamsul Ardi