SimpulRakyat.co.id, Wajo – PT Galung Loanna Indonesia (GLI) Wajo fokus mengembangkan industri benih ataupun pembibitan padi untuk kebutuhan Sulawesi Selatan (Sulsel). Sudah 12 Tahun GLI Beroperasi di Anabanua Kabupaten Wajo.

Saat ini terus berinovasi dengan melakukan pengembangan kerjasama dengan kelompok tani dan pemerintah dengan kapasitas produksi mesin bibit padinya mencapai 3000 talang perhari atau setara 10 hektar perhari.

Direktur GLI, Ramli Manong mengungkapkan keunggulan dari penggunaan mesin tanam (transplanter), selain efesiensi waktu juga hasilnya berkualitas.
“Teknologi canggih yang kami gunakan berasal dari negeri Taiwan memiliki umur bibit 13 hingga 20 hari di persemaian dan bisa langsung tanam dengan menggunakan mesin tanam (transplanter),” jelasnya, Rabu (18/01/2023).

“Kelebihan menggunakan mesin tanam adalah waktu tanamnya lebih cepat, singkat, teratur dan jumlah batangan bibit dapat diatur di sistem mesin tanamannya, begitu juga dengan jarak tanam dapat disesuaikan,” lanjutnya.

Keunggulannya juga tanaman tidak layu dan langsung kelihatan segar karena setelah tanam tidak memiliki jeda ketika proses penanaman.

“Kelebihannya adalah selain waktu tanam pindah lebih pendek, juga waktu pemulihan tanaman setelah tanam tidak memiliki jeda karena tanaman tidak layu dan langsung kelihatan segar. Selain itu, bibit hasil GLI ini juga memiliki jumlah anakan lebih banyak,” ujarnya.

Untuk menghasilkan benih dan beras yang sehat, dianjurkan menggunakan pupuk organik dalam pemeliharaannya.
“Dari sisi produksi, tergantung dari cara pemeliharaan, terutama pemupukan berimbangnya. Hanya saja lebih disarankan untuk menggunakan pupuk organik agar menghasilkan benih dan beras sehat,” tutupnya.


Tinggalkan Balasan