SimpulRakyat.co.id, Luwu/Wajo – Warga Kabupaten Luwu dan sekitarnya digegerkan dengan dua kasus penemuan mayat yang terjadi dalam rentang waktu sepekan terakhir. Peristiwa yang berlangsung di dua lokasi berbeda ini memiliki kemiripan mengerikan, di mana kedua korban ditemukan meninggal dunia di area kebun dengan kondisi kepala terpisah dari tubuh, Luwu, (18/05/2026).

Kasus pertama terungkap pada Kamis (14/5/2026) sekitar pukul 15.30 WITA. Saat itu, seorang warga bernama Syarifuddin sedang berjalan menuju ke kebun milik keluarganya di Jalan Sepakat, Desa Batu, Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo. Di perjalanan, saksi mencium bau yang sangat menyengat dan segera menelusuri sumber bau tersebut.

Sesampainya di lokasi, Syarifuddin terkejut bukan kepalang saat menemukan sesosok mayat laki-laki yang sudah tidak bernyawa. Berdasarkan identitas yang diketahui, korban adalah Muh. Algi Aprisal (18), warga Desa Temboe, Kecamatan Larompong Selatan, Kabupaten Luwu.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di tempat kejadian perkara (TKP), ditemukan sejumlah luka fisik pada tubuh korban berupa retakan pada bagian tengkorak kepala serta patah pada kaki sebelah kanan. Di sekitar lokasi juga ditemukan sepasang sandal yang diduga milik korban.

Brigpol Asiz, Humas Polres Wajo, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa pihak kepolisian langsung bergerak cepat menuju lokasi begitu menerima laporan dari warga. Olah TKP pun dilakukan guna mengamankan barang bukti sebelum akhirnya jenazah dievakuasi ke RSUD Siwa untuk penanganan lebih lanjut.

“Begitu menerima laporan warga, personel langsung menuju lokasi untuk melakukan olah TKP dan mengamankan barang bukti yang ditemukan di sekitar lokasi,” ungkap Brigpol Asiz.

Belum usai kehebohan kasus pertama, kabar miris kembali datang. Tepat pada Minggu (17/05/2026) sekitar pukul 14.00 WITA, seorang pria bernama Abdul Rifal (27), warga Dusun Batu Tongkon, Desa Padang Kalua, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, ditemukan meninggal dunia di sebuah kebun milik warga bernama Aprian.

Sebelum ditemukan tewas, korban diketahui telah dilaporkan hilang sejak Selasa (12/05/2026). Menurut keterangan yang diperoleh, sebelum menghilang korban sempat mengirimkan pesan singkat bernada pamit kepada rekannya melalui pesan WhatsApp. Selama lima hari, keluarga dan warga bahu-membahu melakukan pencarian di berbagai titik, mulai dari wilayah Desa Padang Kalua hingga ke Kota Palopo, namun tidak menemukan hasil hingga akhirnya korban ditemukan.

Kondisi korban saat ditemukan pun sangat memprihatinkan, tubuhnya sudah membusuk dan kepalanya terpisah dari badan. Di sekitar lokasi penemuan, aparat juga menemukan seutas tali yang masih tergantung di salah satu pohon di kebun tersebut.

Menanggapi hal ini, Kasat Reskrim Polres Luwu, AKP Ibnu Robbani, menyatakan pihaknya telah mendatangi lokasi dan melakukan serangkaian penyelidikan. Personel Polres Luwu bersama jajaran Polsek Bua telah melakukan olah TKP serta mengumpulkan keterangan dari para saksi.

“Personel bersama Polsek Bua telah melakukan olah TKP serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi terkait penemuan korban,” ujar AKP Ibnu Robbani.

Meski demikian, pihak keluarga korban menolak dilakukan autopsi, bahkan telah membuat surat pernyataan resmi kepada pihak kepolisian.

Dua peristiwa dengan kondisi korban yang hampir serupa dan sama-sama ditemukan di area kebun ini kini menjadi sorotan dan pembicaraan warga. Hingga saat ini, aparat kepolisian masih terus melakukan pendalaman penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kematian kedua korban.