SimpulRakyat.co.id, Sidrap – PSM Makassar berhasil menghajar Persib Bandung dengan skor telak 5-1, Senin (29/8/2022) di Stadion Bj Habibie Parepare. Ini membuktikan bahwa PSM Makassar menjadi tim yang belum terkalahkan hingga pekan ini di Liga Indonesia.
Namun, di pertandingan tersebut terjadi sebuah insiden pembakaran Bom Smoke di Tribun penonton saat laga masih berjalan.
Sekjend Redgank menjelaskan kepada SimpulRakyat.co.id, Rabu (31/8/2022), pembakaran Bom Smoke tersebut kejadiannya sangat cepat saat PSM unggul 2 – 0 atas Persib.
“Adapun oknum yang diduga memegang bom smoke tersebut langsung diamankan di Polres Parepare, jadi pada dasarnya penonton itu bukan berasal dari Suporter Redgank hanya kebetulan berdiri di tempat tribun masyarakat Redgank menonton,” jelasnya.
Lanjut dikatakan, oknum terduga itu telah diamankan untuk menghindari hal-hal tidak diinginkan, seperti adanya pihak ketiga yang tidak bertanggung jawab bisa saja membuat oknum terduga menjadi korban pemukulan dan pengeroyokan di Tribun.
“Inisiatif dari teman-teman Redgank segera mengamankan terduga pelaku diserahkan ke Polres Parepare,” terangnya.
Atas insiden ini, Sekjen Redgank mengutuk keras kejadian tersebut karena melanggar regulasi penyelenggaraan Liga 1 Indonesia.
“Kami mengutuk keras kejadian tersebut, baik itu terjadi di tribun Redgank atau di Stadion manapun. Redgank tidak sepakat hal seperti itu karena jelas-jelas melanggar regulasi penyelenggaraan Liga 1 Indonesia,” tandasnya.
Hal senada juga diungkapkan Ketua Redgank Zona Parepare, Ricky Pramana Amir. “Kami Redgank Indonesia sebagai suporter resmi selalu mengedepankan asas taat aturan dan etika,” katanya.
Om Ricky-sappan akrabnya, mengatakan kejadian itu sangat merugikan management PSM Makassar serta menduga pelaku hanya oknum yang menyusup di tengah-tengah Suporter.
“Menyalakan Flare atau semacamnya dapat merugikan managemen dan tentu berdampak pada tim PSM, kemudian saya yakin pelaku ini bukan dari kalangan suporter, dia penyusup yang berbaur di tengah tribun Redgank tanpa menggunakan atribut suporter apapun,” tutupnya.


Tinggalkan Balasan